Daerah

Solidaritas dari Arek Malang: Posko Peduli Bencana Mulai Terima Bantuan hingga 7 Desember

91
×

Solidaritas dari Arek Malang: Posko Peduli Bencana Mulai Terima Bantuan hingga 7 Desember

Share this article
Solidaritas dari Arek Malang: Posko Peduli Bencana Mulai Terima Bantuan hingga 7 Desember
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat meninjau Posko Kota Malang Peduli Bencana di Gedung Kartini, sekaligus berdialog dengan warga yang menyalurkan bantuan untuk korban bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.(foto:Humas Pemkot)

Sudutkota.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang resmi membuka Posko “Kota Malang Peduli Bencana” di Gedung Kartini, Jl. Tangkuban Perahu, untuk menghimpun bantuan bagi korban bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Posko ini mulai beroperasi sejak Rabu (3/12/2025) dan akan dibuka hingga Minggu (7/12/2025).

Di tengah duka yang melanda Sumatra, data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 800 korban meninggal, ratusan warga masih hilang, serta kerusakan luas di kawasan permukiman dan infrastruktur. Situasi ini menuntut respon cepat dan terkoordinasi, termasuk dari pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau langsung aktivitas posko, pada Kamis (4/12/2025). Ia melihat langsung antusiasme warga yang datang membawa bantuan mulai sembako, selimut, pakaian layak pakai hingga kebutuhan darurat lainnya.

“Bantuan sekecil apa pun sangat berarti. Saat saudara kita di Sumatra sedang berjuang, kita tidak boleh tinggal diam,” tegas Wahyu.

Dalam kunjungannya, Wahyu menekankan bahwa posko ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata komitmen kota untuk hadir dalam situasi kemanusiaan. Ia meminta perangkat daerah agar aktif menggerakkan komunitas, sekolah, dan jaringan masing-masing untuk ikut menyalurkan bantuan melalui posko.

Lebih jauh, Pemkot Malang juga telah berkoordinasi dengan Lanud Abdurrachman Saleh agar distribusi bantuan bisa lebih cepat melalui jalur udara. Langkah ini menjadi kritik konstruktif atas lambannya distribusi di daerah bencana yang kerap terhambat akses darat.

“Kita ingin memastikan bahwa bantuan dari warga Kota Malang tidak menumpuk di posko saja. Harus sampai ke tangan korban secepat mungkin dan tepat sasaran,” ujarnya.

Selain bantuan logistik, masyarakat juga dipersilakan menyalurkan donasi uang melalui Baznas Kota Malang agar kebutuhan yang lebih spesifik dapat ditangani dengan cepat dan transparan.

Wahyu berharap gerakan kemanusiaan ini tidak berhenti pada seremonial pembukaan posko. Ia mendorong agar solidaritas warga terus tumbuh sebagai budaya kota yang responsif, peduli, dan siap membantu kapan pun bencana terjadi.

“Selain materi, doa dari seluruh warga Kota Malang juga sangat berarti. Kita ingin memastikan saudara-saudara kita di Sumatra tidak merasa sendirian,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *