Daerah

SiPolo Pendem, Langkah Digital Desa Pendem Wujudkan Transparansi dan Pelayanan Cepat

51
×

SiPolo Pendem, Langkah Digital Desa Pendem Wujudkan Transparansi dan Pelayanan Cepat

Share this article
SiPolo Pendem, Langkah Digital Desa Pendem Wujudkan Transparansi dan Pelayanan Cepat
Kades Pendem, Tri Wahyuwono Efendi bersama staf menerima penghargaan.(foto:sudutkota.id/rsw)

Sudutkota.idDesa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, menunjukkan lompatan besar dalam transformasi digital melalui aplikasi SiPolo Pendem, platform layanan terpadu yang menggabungkan tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, pemberdayaan UMKM, hingga keamanan lingkungan.

Bahkan inovasi tersebut mengantarkan Desa Pendem meraih Inotek Award 2025 dari Pemkot Batu sebagai desa dengan terobosan teknologi terbaik.

Kepala Desa Pendem, Tri Wahyuwono Efendi, menegaskan bahwa aplikasi ini lahir sebagai jawaban atas tantangan zaman.

“Web kami menjadi proses menuju aplikasi pembangunan, pelayanan, dan progres APBDes. Dasarnya transparansi. Masyarakat bisa melihat pendapatan, belanja, dan penyerapan anggaran secara terbuka,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).

Aplikasi SiPolo Pendem menawarkan layanan administrasi yang dapat diakses kapan saja. Warga kini bisa mengurus surat menyurat dari rumah, mengisi kebutuhan administrasi secara digital, hingga mencetak dokumen mandiri melalui barcode.

Di dalam aplikasi juga tersedia informasi tentang berita desa, data penduduk, kegiatan pemerintahan, serta laporan transparansi anggaran, sehingga seluruh proses dapat dipantau publik tanpa sekat.

Dari sisi ekonomi, SiPolo Pendem menghadirkan ekosistem digital melalui fitur Lapak Desa yang menjadi etalase bagi produk UMKM setempat. Produk warga seperti keripik, minuman, kerajinan, hingga kuliner dapat dipasarkan secara daring.

Ada pula fitur Pasar Jasa yang memuat layanan potong rambut, tukang bangunan, laundry, pijat, hingga tukang las semuanya dapat ditawarkan oleh warga secara langsung.

Melalui beberapa fitur di aplikasi tersebut juga memajang produk UMKM tidak hanya dipasarkan lokal, tetapi mampu menjangkau seluruh Indonesia karena terhubung dengan sistem ekspedisi dan kurir.

“Dari aspek keamanan, Desa Pendem memperkenalkan fitur kentongan digital, sebuah tombol darurat yang berfungsi seperti panic button. Fitur ini dapat digunakan oleh perwakilan warga di tiap RT atau Ketua RT jika terjadi kebakaran, pencurian, atau keadaan darurat lainnya,” ujarnya.

Laporan akan langsung terkoneksi dengan admin tiga pilar dan command center yang dilengkapi GPS, sehingga tidak bisa disalahgunakan karena pengguna wajib terdaftar dengan NIK desa. Inovasi ini bahkan mendapat apresiasi dari Polda Jawa Timur karena dinilai mendukung penguatan Kamtibmas.

Pendik sapaanya menyebut penggunaan aplikasi masih perlu didorong karena SiPolo Pendem baru berjalan satu tahun. Pemerintah desa terus melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah agar warga semakin familier.

“Rencana pengembangan berikutnya adalah menghadirkan kios layanan digital berbasis layar sentuh di kantor desa. Warga hanya perlu memindai KTP dan seluruh proses pelayanan akan berjalan otomatis,” katanya.

Sementara itu, Kaur Perencanaan sekaligus tim IT SiPolo Pendem, Drian Tio Prakasa, menerangkan tantangan yang harus dihadapi bukanlah teknologi, melainkan pola pikir masyarakat.

“Kaum tua masih sulit berpindah dari analog ke digital. Kaum muda pun perlu didorong. Padahal semua orang sekarang sudah pegang gadget,” katanya.

Dia berharap setiap keluarga memiliki setidaknya satu anggota yang menguasai penggunaan aplikasi agar proses pelayanan semakin mudah.

Bahkan, keberhasilan digitalisasi Desa Pendem menarik perhatian berbagai daerah. Perwakilan dari Kalimantan, Jawa Tengah, Sidoarjo, hingga anggota DPRD Pasuruan datang langsung untuk belajar dan mengadopsi konsep desa digital dari Pendem.

“Awalnya berat karena harus mengumpulkan dan menginput data. Tapi sekarang banyak daerah yang menjadikannya rujukan,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *