Daerah

Siaga Nyepi dan Idul Fitri, Perumda Tugu Tirta Pastikan Layanan Air Minum Aman 24 Jam

8
×

Siaga Nyepi dan Idul Fitri, Perumda Tugu Tirta Pastikan Layanan Air Minum Aman 24 Jam

Share this article
Siaga Nyepi dan Idul Fitri, Perumda Tugu Tirta Pastikan Layanan Air Minum Aman 24 Jam
SIAGA: Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo (tengah) memastikan Tugu Tirta siaga melayani pelanggan di liburan Nyepi dan Idulfitri.(foto:sudutkota.id/gan)

Sudutkota.idPerusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tugu Tirta Kota Malang memastikan layanan air minum bagi pelanggan tetap aman selama libur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, SE, S.Sos, MM, Jumat (13/3/2026), menegaskan pihaknya telah menyiapkan tim siaga untuk memastikan pelayanan tetap berjalan optimal.

“Kami siap melayani pelanggan selama 24 jam dengan sistem tiga shift. Setiap shift terdiri delapan petugas, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir tetap mendapatkan pelayanan terbaik,” ujar Bogank, sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, Perumda Tugu Tirta juga akan menggelar apel siaga pada, Senin (16/3/2026), mendatang sebagai persiapan menghadapi libur Nyepi dan Lebaran.

Dia mengungkapkan, pada periode libur tahun sebelumnya pelayanan berjalan lancar tanpa gangguan berarti. “Jika pun terjadi gangguan distribusi, penanganannya dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 1 x 24 jam,” tegas dia.

Menurutnya, beberapa laporan gangguan dari para pelanggan terkadang disebabkan hal-hal sepele. Ia mencontohkan kasus di wilayah Wonokoyo, di mana warga melaporkan air tidak mengalir.

Setelah dilakukan pengecekan di lokasi, ternyata saluran air tidak bermasalah dan keran air di rumah pelanggan dalam kondisi tertutup.

“Ada juga yang mengeluhkan air tidak keluar, tetapi ternyata tidak memiliki sambungan resmi,” tukas dia.

Karena itu pihaknya tetap berharap, masyarakat memahami kondisi di lapangan dan melaporkan sesuai data pelanggan. Untuk menjaga kualitas layanan, Perumda Tugu Tirta sendiri menyiagakan empat pilar utama.

Mulai sektor produksi, distribusi, layanan pelanggan, serta sumber daya manusia. Selain pelayanan itu, Bogank juga menyampaikan bahwa pada tahun 2020 persoalan terkait sanksi limbah telah selesai dan sanksinya telah dicabut.

“Bahkan, Perumda Tugu Tirta kini menjadi percontohan penerapan manajemen risiko dan pencegahan korupsi oleh BPKP bekerja sama dengan KPK),” ungkapnya.

Program tersebut berlangsung pada 2024 hingga 2025 dan menjadikan Tugu Tirta sebagai satu-satunya percontohan di Jawa Timur.

Di sisi pengembangan layanan, Perumda Tugu Tirta mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Merjosari dan Sumbersareh.

Program ini diharapkan mampu memperkuat pasokan air di Kota Malang tanpa ketergantungan pada pasokan dari daerah lain. Selain itu, jaringan distribusi air juga akan diperluas hingga Kedungkandang, yang masih mengandalkan sistem HIPPAM.

Di bagian lain, pria tersebut juga menambahkan, Perumda Tugu Tirta kembali mendapatkan kepercayaan pemerintah pusat untuk bantuan pembangunan infrastruktur air minum. “Tahun 2027 akan ada bantuan lanjutan dari pemerintah pusat,” katanya.

Terkait adanya pembangunan Water Treatment Plant (WTP) Pandanwangi, Bogank memastikan proyek tersebut tidak mengganggu pasokan air kepada pelanggan karena pihaknya telah melakukan rekayasa jaringan distribusi.

Ia juga berharap masyarakat dapat memahami beberapa proses perbaikan jaringan yang terkadang membutuhkan penggalian dan waktu pengerjaan. “Kami terus berusaha meningkatkan pelayanan menuju sempurna,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *