Sudutkota.id – Persema Malang, klub legendaris yang pernah harum namanya di kancah sepak bola nasional, kembali menjadi bahan perbincangan hangat di Kota Malang. Setelah lama tenggelam, harapan untuk membangkitkan kejayaan Persema kini mulai menyala, ditandai dengan kehadiran para legenda yang turun langsung memberikan motivasi kepada generasi muda.
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menegaskan bahwa sepak bola bukan hanya soal prestasi, tetapi juga sarana pembinaan karakter generasi muda. Menurutnya, salah satu kelemahan yang harus segera dibenahi adalah minimnya kompetisi lokal yang bisa mengasah bakat anak-anak sejak usia dini.
“Kalau bicara pembinaan, saya akui memang belum maksimal. Dari curhatan para legenda, anak-anak kita di Malang justru lebih sering ikut kompetisi di Surabaya karena di sini minim turnamen. Padahal ruang seperti itu penting sekali agar generasi muda semakin mencintai sepak bola. Karena itu, kompetisi harus dihidupkan kembali,” ujar Ali, Sabtu (27/9/2025).
Ali menambahkan, Pemkot Malang siap mendukung penuh setiap upaya yang membawa dampak positif bagi masyarakat. Termasuk, membangun kembali ekosistem sepak bola yang sehat, berjenjang, dan berorientasi pada pembinaan.
Sementara itu, Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, menilai kehadiran para mantan pemain Persema menjadi dorongan moral yang luar biasa.
“Ini momentum penting. Persema Legend memberi contoh nyata kepada juniornya bahwa Kota Malang pernah punya sejarah besar di sepak bola. Semangat itu harus diwariskan kepada generasi muda. Dari sinilah kita bisa kembali membangun kejayaan Persema,” jelasnya.
Baihaqi menegaskan, pemerintah akan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membuka ruang kompetisi yang berkesinambungan. Targetnya, bibit-bibit unggul bisa ditemukan, dibina, dan diarahkan untuk membawa nama Kota Malang kembali berprestasi di tingkat nasional.
Menariknya, kegiatan ini juga mendapat perhatian dari Wali Kota Solo, yang hadir memberikan dukungan moral. Ia menilai langkah Malang membangkitkan sepak bola lokal patut diapresiasi dan bisa menjadi inspirasi daerah lain.
“Persema dulu pernah menjadi kebanggaan, dan bukan mustahil kejayaan itu bisa kembali. Harapannya, dengan semangat dari para legenda dan dukungan pemerintah, Persema bisa bangkit lagi, bahkan sampai ke level nasional,” ungkapnya.
Atmosfer kebangkitan ini menjadi titik awal penting. Persema, yang sempat tenggelam karena berbagai kendala manajemen dan kompetisi, kini mulai dilirik lagi sebagai ikon sepak bola Malang. Harapannya, melalui pembinaan usia dini, regenerasi pemain, hingga lahirnya kompetisi yang sehat, Persema bisa kembali berdiri tegak, menyemai harapan baru bagi pecinta sepak bola Arek Malang.






















