Daerah

Selama Ramadan, Pemkot Malang Gelar Gerakan Pangan Murah di 34 Titik

8
×

Selama Ramadan, Pemkot Malang Gelar Gerakan Pangan Murah di 34 Titik

Share this article
Selama Ramadan, Pemkot Malang Gelar Gerakan Pangan Murah di 34 Titik
Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi, didampingi aparat kepolisian dan perangkat kelurahan saat meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pasar Murah Ramadan 2026.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Selama Ramadan 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ini berlangsung mulai 23 Februari hingga 17 Maret 2026, di 34 titik yang tersebar di lima kecamatan.

Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi, SP, saat dikonfirmasi Sudutkota.id, Senin (23/2/2026), menegaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok yang kerap terjadi menjelang hingga selama Ramadan.

Menurutnya, momentum Ramadan selalu diikuti peningkatan permintaan pangan, sehingga pemerintah perlu hadir lebih awal untuk menjaga keseimbangan pasar dan melindungi daya beli masyarakat.

“Gerakan Pangan Murah ini kami laksanakan secara bergilir di lima kecamatan agar seluruh masyarakat bisa mengakses kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Kami ingin memastikan stok aman, harga tetap terkendali, dan masyarakat tidak perlu panik menghadapi Ramadan,” ujar Slamet.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaannya Dispangtan juga menerapkan pembatasan pembelian pada beberapa komoditas strategis. Kebijakan ini bertujuan agar distribusi lebih merata dan tidak terjadi aksi borong oleh oknum yang bisa memicu kelangkaan di lapangan.

“Kami batasi pembelian, terutama untuk komoditas yang sensitif seperti minyak goreng, supaya manfaat program ini benar-benar dirasakan masyarakat luas, bukan hanya segelintir pihak. Harapannya, stabilitas harga di pasar juga ikut terjaga,” tegasnya.

Dalam program Pasar Murah Ramadan 2026 ini, sejumlah komoditas strategis dijual di bawah atau mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET).

Beras:
Premium Batu Mulia 5 kg: Rp 73.500,, Gumil 5 kg: Rp 67.500, Cap Ayam 5 kg: Rp 67.500,, Mentari 5 kg: Rp 74.500, Lahap 5 kg: Rp 74.500,
Giftline 3 kg: Rp 40.000, Giftline 5 kg: Rp 64.500, Befood 5 kg: Rp 73.500 dan
Premium Padinesia 20 kg: Rp 287.000.

Minyak goreng:
Minyakita 1 liter: Rp 15.500 (maksimal 4 liter), Rizki 800 ml: Rp 16.000, Alco 1 liter: Rp 19.000, Alco 2 liter: Rp 37.000,
Fraiswell 1 liter: Rp 11.000,
Fraiswell 2 liter: Rp 20.000 dan Sunco 2 liter: Rp 40.000.

Gula dan tepung:
Gula KBA 1 kg: Rp 17.000
Gula KBB 1 kg: Rp 16.000
Tepung beras: Rp 7.500
Tepung ketan: Rp 10.000
Tepung Segitiga 1 kg: Rp 11.000
Cakra Kembar 1 kg: Rp 11.500

Komoditas lain:
Telur ayam: Rp 28.000/kg,
Indomie goreng Rp3.000/bungkus, Garam Kapal: Rp 2.000, Garam Katak: Rp 1.000, Kecap Majamanis 135 ml: Rp 7.000 dan Padamu Merah: Rp 6.500

Tersebar di 34 Titik

Program ini dimulai Senin (23/2/2026) di Kantor Kecamatan Lowokwaru dan Kantor Kelurahan Kauman (Klojen), lalu berlanjut bergilir hingga 17 Maret 2026 di total 34 lokasi.

Dengan sebaran tersebut, Pemkot Malang menargetkan seluruh wilayah kota terjangkau secara merata. Program ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi daerah, serta memastikan masyarakat tetap tenang dan tercukupi kebutuhan pokoknya selama Ramadan 2026.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *