Sudutkota.id – Ramadan selalu menghadirkan denyut ekonomi musiman melalui pasar takjil yang menjamur di berbagai sudut Kota Malang. Namun, Pemerintah Kota Malang tak ingin keramaian jelang berbuka puasa kembali berubah menjadi kemacetan panjang yang merugikan pengguna jalan.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menegaskan, pasar takjil tetap diperbolehkan beroperasi selama Ramadan 1447 H. Akan tetapi, penyelenggara diwajibkan menyediakan lahan parkir resmi dan tidak menggunakan badan jalan secara sembarangan.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan penataan ini menjadi langkah preventif agar persoalan klasik setiap Ramadan tak kembali terulang.
“Pasar takjil silakan berjalan karena ini bagian dari perputaran ekonomi masyarakat. Tapi harus tertib. Parkir wajib disiapkan, jangan sampai badan jalan dipakai seenaknya,” ujarnya saat dikonfirmasi Sudutkota.id, Selasa (17/2) siang.
Menurutnya, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan lonjakan kendaraan menjelang magrib kerap tak terkendali. Parkir liar meluber hingga mempersempit ruas jalan, bahkan memicu antrean panjang di sejumlah titik. Kondisi tersebut tak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Dishub juga secara tegas melarang sistem transaksi drive thru di pasar takjil. Skema tersebut dinilai justru memperparah kepadatan karena kendaraan berhenti cukup lama di tepi jalan untuk menunggu pesanan.
“Drive thru membuat kendaraan mengular. Ruang jalan jadi tidak efektif dan memperlambat arus. Ini yang ingin kami hindari,” tegasnya.
Kebijakan ini akan diperkuat melalui Surat Edaran Wali Kota Malang yang menjadi pedoman operasional pasar takjil selama Ramadan 2026. Dishub telah memetakan sejumlah ruas jalan yang rawan macet saat jam berbuka dan akan melakukan pengawasan secara berkala.
Widjaja menekankan, penataan bukan berarti membatasi pelaku UMKM. Justru, menurutnya, ketertiban menjadi kunci agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat luas.
“Ekonomi harus tumbuh, tapi jangan sampai membuat kota lumpuh. Semua harus seimbang,” tandasnya.
Dengan langkah ini, Pemkot Malang berharap Ramadan tahun ini tetap semarak, namun tetap tertib dan aman bagi seluruh warga.





















