Daerah

Sambut Ramadan, Gerindra Sukun Tebar 250 Paket Sembako Tebus Murah

3
×

Sambut Ramadan, Gerindra Sukun Tebar 250 Paket Sembako Tebus Murah

Share this article
Sambut Ramadan, Gerindra Sukun Tebar 250 Paket Sembako Tebus Murah
Anggota Komisi B DPRD Kota Malang dari Fraksi Gerindra, Abu Bakar, menyerahkan paket sembako tebus murah kepada warga dalam rangka HUT ke-18 Partai Gerindra di Kelurahan Karang Besuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Minggu (22/2/2026).(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Menyambut bulan suci Ramadan sekaligus memperingati HUT ke-18 Partai Gerindra, Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerindra Kecamatan Sukun menggelar program sembako tebus murah di Lapangan Voli Candi Bandut, Kelurahan Karang Besuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Minggu (22/2/2026) sore.

Kegiatan ini mendapat respons tinggi dari masyarakat. Warga tampak antusias mengantre sejak sore untuk mendapatkan paket kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Anggota Komisi B DPRD Kota Malang dari Fraksi Gerindra, Abu Bakar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan arahan partai agar kader hadir langsung di tengah masyarakat, khususnya menjelang Ramadan saat kebutuhan pokok biasanya meningkat.

“Kita diberi arahan untuk memberikan sesuatu secara langsung kepada masyarakat. Yang kita laksanakan sore ini berupa tebus murah sembako,” ujar Abu Bakar kepada Sudutkota.id.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan ini pihaknya menyalurkan sekitar 250 paket sembako kepada warga sekitar. Setiap paket dapat ditebus hanya dengan Rp50.000, jauh di bawah harga pasaran..

Adapun isi paket sembako meliputi beras 3 kilogram, minyak goreng 1 liter, dan gula pasir 1 kilogram.

Menurut Abu Bakar, program ini sengaja difokuskan menjelang Ramadan karena pada periode tersebut daya beli masyarakat cenderung tertekan akibat kenaikan harga bahan pokok.

“Harapannya ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat, apalagi sebentar lagi masuk bulan Ramadan. Biasanya kebutuhan rumah tangga meningkat,” jelasnya.

Ia menegaskan, kegiatan sosial serupa akan terus didorong agar kehadiran partai benar-benar dirasakan masyarakat, terutama di tingkat bawah.

Di sisi lain, Abu Bakar juga menyinggung dinamika penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Kota Malang yang belakangan menjadi perhatian publik. Menurutnya, kebijakan penataan perlu dilihat dari berbagai sudut pandang.

“Kalau dari sudut pandang pendatang ke Kota Malang, jalan terasa lebih lancar. Tapi dari sudut pandang UMKM atau pedagang, tentu ada yang merasa terdampak,” katanya.

Karena itu, Komisi B DPRD Kota Malang bersama pihak terkait berencana segera menggelar rapat untuk mencari solusi yang berimbang.

“Insya Allah paling lambat Selasa atau Rabu kita bahas bersama. Kita ingin ada solusi yang sama-sama baik, tidak mematikan UMKM tapi juga menjaga ketertiban kota,” tegasnya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *