Sudutkota.id – Realisasi retribusi parkir Pasar Induk Among Tani Kota Batu pada tahun 2025 tercatat mencapai Rp 3,23 miliar dari target Rp 6 miliar.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Batu, Aries Setiawan, menyebut target retribusi parkir tahun 2025 memang mengalami kenaikan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2024, target dipatok Rp 2 miliar dan berhasil terlampaui dengan realisasi Rp 2,3 miliar.
“Meski belum bisa mencapai target dari yang ditentukan sebesar Rp 6 miliar kami sudah berupaya maksimal. Kendala kemarin yaitu adanya pembangunan atau perbaikan infrastruktur pasar yang membuat sebagian pengunjung memilih parkir di luar area resmi. Kondisi tersebut berdampak langsung pada pendapatan retribusi,” katanya, Rabu (14/1/2026).
Dari capaian tahun ini, seluruh pendapatan retribusi parkir Pasar Induk Among Tani masuk murni ke PAD Kota Batu, tanpa sistem bagi hasil dengan jukir seperti yang diterapkan di Dishub. Adapun tarif parkir yang berlaku di Pasar Induk Among Tani yakni Rp 2.000 untuk sepeda motor, Rp 3.000 untuk mobil, dan Rp 4.000 untuk truk.
“Lalu untuk target tahun ini (2026.red) berapa miliar belum ada informasi sebab masih dalam pembahasan. Meski demikian saya tetap optimistis target dapat dikejar. Salah satu strategi yang disiapkan adalah mendorong transformasi Pasar Induk Among Tani menjadi Mall UMKM, sejalan dengan visi-misi pimpinan daerah,” ujarnya.
Dengan konsep Mall UMKM, tambah Aries, kunjungan masyarakat akan meningkat dan berdampak langsung pada optimalisasi retribusi parkir.
“Semoga fokus kami menjadikan mall UMKM di pasar induk segera terwujud dan mampu mendongkrak parkir serta paling penting yaitu meramaikan pasar induk,” tutupnya.






















