Sudutkota.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang tak hanya berfokus pada aspek kesehatan masyarakat, tetapi juga mulai menunjukkan dampak nyata dalam menggerakkan ekonomi lokal.
Hingga akhir Maret 2026, sebanyak 75 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi aktif tanpa satu pun laporan insiden keracunan makanan.
Peresmian fasilitas terbaru, SPPG Sukoharjo 2 di kawasan Kecamatan Klojen, menjadi penanda ekspansi berkelanjutan program tersebut.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari sistem pengawasan ketat dan penerapan standar operasional yang disiplin.
“Keamanan pangan adalah prioritas utama. Fakta bahwa tidak ada kasus keracunan menunjukkan sistem berjalan sesuai prosedur dan terus diawasi secara intensif,” ujarnya dalam sambutan peresmian, Jumat (27/3/2026).
Namun di balik capaian tersebut, dampak ekonomi justru menjadi sorotan baru. Program ini menciptakan rantai pasok yang melibatkan petani lokal, pelaku usaha bahan pangan, hingga tenaga kerja di tingkat distribusi dan pengolahan.
Pemerintah mencatat adanya peningkatan permintaan terhadap produk pertanian lokal sejak program ini berjalan. Menurut Wahyu, inisiatif ini dirancang tidak sekadar sebagai bantuan sosial, melainkan sebagai stimulus ekonomi berbasis komunitas.
Kita ingin program ini memberi efek berganda, masyarakat terbantu secara gizi, sementara ekonomi lokal ikut tumbuh,” katanya.
Pemkot Malang menargetkan penambahan jumlah SPPG hingga mencapai 87 titik dalam waktu dekat.
Untuk mendukung keberlanjutan program, Dinas Ketahanan Pangan diminta mengoptimalkan potensi daerah, termasuk pemanfaatan hasil pertanian lokal sebagai sumber utama bahan baku.
Langkah ini dinilai strategis mengingat Malang masih memiliki kekuatan di sektor agrikultur meskipun berstatus sebagai kota. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap program ini dapat menjadi model integrasi antara kebijakan sosial dan pemberdayaan ekonomi daerah.
Menutup kegiatan, Wahyu juga menyampaikan pesan Idulfitri kepada masyarakat, mengajak untuk memperkuat solidaritas sosial seiring dengan semangat kebersamaan yang dibangun melalui program tersebut.





















