Sudutkota.id – Jelang laga panas Arema FC kontra Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Polres Malang menggelar rapat koordinasi eksternal dengan berbagai pihak terkait. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Polres Malang, Jumat (19/9/2025), dengan fokus utama pada pematangan skema pengamanan.
“Kami tidak ingin ada celah kerawanan dalam pertandingan ini, semuanya harus dipersiapkan secara detail,” tegas Wakapolres Malang, Kompol Bayu Halim Nugroho, Sabtu (20/9/2025).
Rakor yang berlangsung hampir dua jam itu melibatkan unsur TNI, Brimob, Polda Jatim, Kodim 0818, Satpol PP, Dishub, Dinkes, Askab PSSI Malang, panitia pelaksana (Panpel), hingga manajemen Arema FC. Ribuan suporter diperkirakan hadir dalam laga yang disebut-sebut sebagai big match Liga Indonesia.
“Big match Arema melawan Persib selalu menyedot perhatian publik, sehingga pengamanannya tidak boleh setengah-setengah,” ujar Bayu.
Kompol Bayu menekankan seluruh pihak harus berperan aktif menjaga situasi aman dan kondusif di dalam maupun luar stadion. Menurutnya, sepak bola harus kembali dimaknai sebagai hiburan yang sehat dan menyenangkan.
“Semua pihak punya tanggung jawab, mari kita jadikan laga ini sebagai tontonan yang penuh sportivitas,” katanya.
Tak hanya soal keamanan di dalam stadion, teknis pengaturan parkir, jalur evakuasi, hingga kesiapan tenaga medis juga mendapat perhatian serius. Polres Malang memetakan sejumlah objek vital di sekitar Kepanjen sebagai titik rawan yang harus diantisipasi.
“Detail kecil seperti jalur keluar-masuk dan parkir penonton sangat berpengaruh pada kelancaran acara,” terang Bayu.
Lebih dari 1.700 personel gabungan akan dikerahkan untuk mengamankan pertandingan ini. Pola pengamanan dibagi ke dalam empat ring, dimulai dari area inti stadion hingga jalur akses keluar-masuk penonton.
“Dengan pembagian ring ini, pengawasan bisa lebih efektif dan terukur,” jelas Bayu.
Sementara itu, Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menegaskan bahwa rakor ini merupakan bentuk keseriusan aparat dalam menjaga kondusivitas. Pihaknya memastikan terus berkoordinasi dengan semua unsur agar pengamanan berjalan maksimal.
“Kami ingin laga ini berjalan aman, tertib, dan bisa dinikmati oleh semua kalangan,” kata Bambang.
Tak lupa, pihak kepolisian juga mengimbau suporter agar tetap mematuhi aturan stadion dan arahan steward. Menurut Bambang, dukungan positif suporter menjadi penentu suasana di lapangan.
“Suporter harus jadi contoh bahwa sepak bola adalah hiburan, bukan ajang keributan,” tutup Bambang.





















