Peristiwa

Polisi Beberkan Kronologi Cekcok Berdarah di Jalan Ijen, SA alias Kancil Tewas

12
×

Polisi Beberkan Kronologi Cekcok Berdarah di Jalan Ijen, SA alias Kancil Tewas

Share this article
Polisi Beberkan Kronologi Cekcok Berdarah di Jalan Ijen, SA alias Kancil Tewas
Petugas PMI Kota Malang melakukan penanganan terhadap korban di area parkir eks Tomoro Coffee yang kini menjadi Happy Kids, Jalan Besar Ijen No. 86, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (20/3/2026) pagi.(foto:sudutkota.id/ist.)

Sudutkota.idKepolisian akhirnya membeberkan kronologi lengkap insiden cekcok berdarah yang menewaskan SA (42) alias Kancil di kawasan Jalan Besar Ijen, Kota Malang.

Peristiwa yang dipicu konsumsi minuman keras ini terjadi di area parkir eks Tomoro Coffee yang kini menjadi Happy Kids, Jumat (20/3/2026) dini hari tadi.

Laporan awal masuk melalui Call Center 110 sekitar pukul 04.00 WIB. Menindaklanjuti aduan tersebut, personel Polsek Klojen langsung bergerak menuju lokasi di Jalan Besar Ijen No. 86, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen.

Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mendapati korban dalam kondisi luka serius. Tim PMI Kota Malang yang datang tak lama kemudian segera melakukan penanganan awal sebelum mengevakuasi korban ke RSSA Malang. Namun, setelah sempat mendapatkan perawatan, korban dinyatakan meninggal dunia.

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Shobirin, mengungkapkan bahwa insiden tersebut melibatkan tiga orang yang diketahui bekerja sebagai juru parkir di lokasi yang sama.

“Dari hasil penyelidikan awal, sebelum kejadian mereka sempat mengonsumsi minuman keras bersama di area parkir. Dari situlah muncul cekcok yang kemudian berkembang menjadi perkelahian,” jelas Lukman.

Menurutnya, situasi yang awalnya hanya adu mulut berubah cepat menjadi aksi kekerasan. Salah satu pelaku diduga menyerang korban menggunakan senjata tajam hingga korban terjatuh dan mengalami luka parah.

Saksi di lokasi, KL (26), seorang karyawan kafe, mengaku hanya dapat menyaksikan kejadian dari dalam ruangan karena takut keluar. Saat itu kondisi sekitar memang sepi, sehingga tidak banyak orang yang mengetahui kejadian tersebut secara langsung.

“Setelah kejadian, salah satu pelaku sempat masuk ke dalam kafe dan meminta agar rekaman CCTV dihapus serta melarang saksi melapor. Namun hal itu tidak dilakukan karena pengelola CCTV tidak berada di tempat,” tambah Lukman.

Tak berselang lama, para pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pengejaran intensif terhadap para pelaku.

Dari pantauan di lokasi, area parkir yang menjadi TKP tampak lengang saat pagi hari. Beberapa kendaraan masih terparkir, sementara sejumlah barang terlihat berserakan, mengindikasikan adanya keributan sebelumnya.

Petugas kepolisian telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengungkap identitas pelaku.

“Kami terus melakukan pengembangan kasus ini dan memburu pelaku hingga tertangkap,” tegasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *