Sudutkota.id – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Among Tirto Kota Batu menegaskan komitmennya menjadikan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2026 sebagai instrumen strategis untuk memperkuat pelayanan air bersih sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Direktur Utama Perumdam Among Tirto, Achmad Yusuf, mengapresiasi dukungan dan sinergi Pemerintah Kota Batu, khususnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu, Nurochman-Heli Suyanto atau Kuasa Pemilik Modal (KPM) dalam proses pembahasan RKAP 2026.
Ia menilai forum tersebut menjadi momentum penting bagi Perumdam untuk menyelaraskan dokumen perencanaan dengan visi dan misi pembangunan Kota Batu.
“RKAP 2026 kami susun selaras dengan arah kebijakan maupun visi misi Kota Batu. Fokus utamanya adalah peningkatan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat dan penguatan kontribusi PAD,” ujarnya, Senin (29/12/2025).
Gendon sapaanya menjelaskan, fokus utama RKAP 2026 diarahkan pada peningkatan pendapatan perusahaan melalui penurunan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW), serta penataan dan reklasifikasi pelanggan.
Langkah itu dinilai krusial agar potensi pendapatan Perumdam dapat dimaksimalkan secara berkelanjutan.Selain itu, Perumdam Among Tirto juga menekankan efisiensi biaya operasional dengan pengendalian yang ketat dan berbasis kinerja.
“Setiap pengeluaran harus berdampak langsung pada peningkatan layanan dan kesehatan perusahaan,” tegasnya.
Dari sisi pelayanan, RKAP 2026 juga memprioritaskan penguatan infrastruktur, mulai dari perbaikan jaringan perpipaan, revitalisasi sistem distribusi, hingga pemenuhan standar kualitas dan kontinuitas pasokan air.
“Sejumlah wilayah yang belum teraliri air selama 24 jam serta daerah dengan kualitas pasokan yang belum standar menjadi perhatian khusus. Bisa juga ke depan ada regulasi pendukung supaya wilayah tersebut bisa masuk skema investasi,” tambahnya.
Gendon menambahkan, aspek pemenuhan regulasi juga menjadi bagian penting dalam RKAP 2026. Selama ini, keterbatasan regulasi seperti belum adanya Perda Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) menjadi salah satu kendala pengembangan Perumdam. Namun, melalui momentum RKAP ini, pemerintah daerah memberikan fasilitasi agar regulasi tersebut segera diajukan.
“Pemerintah tidak hanya memberi motivasi, tetapi juga membuka ruang luas bagi Perumdam untuk berkembang. Prinsipnya, investasi yang dilakukan harus berdampak langsung pada peningkatan pendapatan dan pelayanan,” ujarnya.
Ia menegaskan, manajemen Perumdam Among Tirto berkomitmen menjalankan RKAP 2026 secara akuntabel dan transparan, dengan harapan pendampingan dan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Batu.
“RKAP berjalan lancar, pemerintah merespons kebutuhan dan kendala kami, sekaligus memberikan solusi. Ini menjadi modal penting membangun layanan air bersih mulai 2026,” katanya.
Dia menegaskan kesiapan pihaknya untuk menjalankan RKAP 2026 berdasarkan kondisi riil di lapangan.
“Tahun 2026 kami tuangkan kondisi nyata yang ada, dan kami siap menjalankannya. Pelayanan kepada masyarakat dan kontribusi PAD tetap menjadi prioritas utama,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menghadiri kegiatan Penyampaian Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Among Tirto Kota Batu Tahun 2026, yang digelar sebagai forum strategis penyelarasan arah kebijakan perusahaan daerah dengan prioritas pembangunan layanan air bersih Pemerintah Kota Batu, Selasa (23/12/2025) beberapa waktu lalu.
Dalam pengarahannya, Wali Kota Nurochman menegaskan bahwa pembahasan RKAP Perumdam Among Tirto Tahun 2026 merupakan agenda penting yang akan menentukan arah pelayanan air bersih kepada masyarakat ke depan.
Cak Nur sapaan wali kota menekankan bahwa dokumen RKA harus menjadi cerminan keseriusan Perumdam dalam meningkatkan kualitas layanan, sekaligus menjaga keberlanjutan dan kesehatan perusahaan daerah.
“RKA ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Dokumen ini menjadi tolak ukur sejauh mana Perumdam serius meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus menjaga perusahaan tetap sehat dan berkelanjutan,” tegas Nurochman.
Wali Kota juga menekankan bahwa Perumdam Among Tirto memiliki peran strategis dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Oleh karena itu, penyusunan RKA Tahun 2026 harus selaras dengan kebijakan pembangunan Kota Batu serta program prioritas melalui Nawa Bhakti, termasuk kebijakan subsidi air bersih bagi masyarakat non-usaha dan layanan air bersih gratis bagi masyarakat pra sejahtera.
Selain itu, Wali Kota Nurochman mengarahkan agar fokus kerja Perumdam ke depan bersifat terukur dan berdampak langsung, meliputi peningkatan kualitas dan kontinuitas pelayanan, perbaikan jaringan perpipaan, penurunan angka kehilangan air, serta penjagaan standar kualitas air.
Ia juga menegaskan pentingnya perlindungan dan konservasi sumber air, mengingat Kota Batu merupakan daerah hulu, sehingga kolaborasi lintas sektor harus menjadi bagian dari perencanaan anggaran Perumdam.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menekankan agar setiap program yang dirancang Perumdam Among Tirto benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kinerja Perumdam sebagai BUMD penyedia layanan air bersih,” tutupnya.





















