Daerah

Pengadaan Seragam DPRD Jombang Rp500 Juta Diprotes, Massa Turun ke Jalan

4
×

Pengadaan Seragam DPRD Jombang Rp500 Juta Diprotes, Massa Turun ke Jalan

Share this article
Pengadaan Seragam DPRD Jombang Rp500 Juta Diprotes, Massa Turun ke Jalan
Masa aksi LSM FRMJ saat sampaikan aspirasi di depan kantor DPRD Jombang.(foto:sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id – Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ) menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD Jombang, Jawa Timur, Selasa (7/4/2026).

Aksi ini menyoroti rencana pengadaan seragam DPRD Jombang dengan anggaran mencapai Rp500 Juta.

Dalam aksi tersebut, massa secara bergantian menyampaikan tuntutan. Mereka mendesak agar DPRD Jombang membatalkan rencana pengadaan seragam, mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit.

Koordinator FRMJ, Joko Fattah Rochim, menilai kebijakan tersebut tidak berpihak pada rakyat kecil. Ia menyebut saat ini harga kebutuhan pokok terus mengalami kenaikan.

“Ekonomi kita sedang sulit. Harga barang terus naik, bahkan yang tidak dimakan seperti plastik saja mahal, apalagi sembako,” ujarnya saat berorasi.

Menurutnya, kondisi ini juga dirasakan para pelaku usaha kecil. Salah satunya pedagang kopi di kawasan Wonosalam yang kesulitan menaikkan harga jual.

“Pedagang kopi Wonosalam takut menaikkan harga karena khawatir kehilangan pelanggan. Justru yang naik itu biaya bungkusnya, bukan kopinya,” tambahnya.

FRMJ menilai rencana anggaran seragam DPRD Jombang Rp500 Juta tidak sebanding dengan kondisi masyarakat saat ini. Mereka meminta kebijakan tersebut dibatalkan.

“Kami minta pengadaan seragam ini dibatalkan. Nilainya hampir Rp500 Juta per tahun, ini tidak sejalan dengan penderitaan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, massa juga menyoroti kegiatan kunjungan kerja (kunker) DPRD Jombang yang dinilai bertentangan dengan kebijakan penghematan BBM dari pemerintah pusat. “ASN diminta irit BBM, tapi wakil rakyat justru tetap melakukan kunker. Ini menggunakan uang APBD,” katanya.

Kekecewaan massa semakin bertambah karena tidak ada satu pun anggota DPRD Jombang yang menemui mereka saat aksi berlangsung. “Ini mengecewakan. Tidak ada dewan yang menemui, padahal ini aspirasi rakyat,” ungkapnya.

Perwakilan massa akhirnya diterima oleh Sekretaris DPRD (Setwan) Jombang, Danang Praptoko. Ia menyampaikan bahwa seluruh aspirasi telah ditampung untuk diteruskan kepada pimpinan DPRD.

“Semua aspirasi dari FRMJ sudah kami terima dan tampung. Semoga ada solusi dari yang disampaikan,” jelas Danang.

Ia juga mengonfirmasi bahwa seluruh anggota DPRD Jombang sedang berada di luar kota untuk menjalankan agenda kunker yang telah dijadwalkan. “Kebetulan anggota DPRD sedang kunjungan kerja di luar kota. Semoga nanti bisa bertemu dengan FRMJ,” ujarnya.

Terkait tuntutan pembatalan pengadaan seragam, pihak Setwan memastikan akan menyampaikannya kepada pimpinan DPRD.

“Semua tuntutan akan kami sampaikan ke pimpinan. Untuk responnya nanti akan disampaikan langsung oleh pimpinan dewan,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *