Sudutkota.id – Memasuki hari kedua puasa Ramadan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengaktifkan mode siaga menghadapi lonjakan aktivitas pasar takjil.
Di tengah temuan pelanggaran di lapangan, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi memastikan pengawasan diperketat, terutama di lima titik utama yang diprediksi membludak.
Eko menjelaskan, lima lokasi tersebut dipilih karena setiap tahun konsisten menjadi magnet pembeli sekaligus pusat perputaran ekonomi UMKM saat Ramadan.
Pertama, kawasan Jalan Surabaya yang dikenal sebagai koridor padat aktivitas sore hari. Lokasi ini kerap dipenuhi pedagang takjil dengan segmen pembeli dari kawasan pendidikan dan permukiman sekitar.
Kedua, area Taman Krida Budaya Jawa Timur. Titik ini menjadi favorit karena memiliki ruang terbuka yang relatif luas dan akses parkir yang lebih longgar dibanding lokasi lain, meski tetap rawan meluber saat puncak jam berbuka.
Ketiga, Jalan Raya Sulfat yang hampir setiap tahun menjadi episentrum keramaian takjil. Namun kawasan ini juga masuk kategori rawan karena bersinggungan langsung dengan arus lalu lintas padat.
Keempat, Jalan Raya Muharto, yang melayani konsentrasi warga di wilayah timur kota. Aktivitas pedagang di sini biasanya tumbuh cepat pada pekan pertama Ramadan.
Kelima, Jalan Danau Maninjau kawasan Sawojajar, yang menjadi kantong pembeli dari kawasan perumahan padat. Lokasi ini diproyeksikan kembali ramai seiring meningkatnya mobilitas warga saat sore hari.
Menurut Eko, pemetaan detail ini penting agar pengawasan bisa lebih terarah.
“Pemantauan terus kami lakukan agar pelaku UMKM bisa mendapatkan pasar yang lebih luas selama Ramadan,” ujarnya.
Ia menegaskan, Diskopindag tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi musiman, tetapi juga memastikan pedagang mematuhi aturan. Koordinasi dengan Satpol PP terus diperkuat, terutama untuk mencegah penggunaan badan jalan dan fasilitas umum secara ilegal.
Pernyataan ini mengemuka setelah sidak lapangan menemukan dua pelanggaran menonjol, yakni pedagang yang masih menggunakan badan jalan di kawasan Sulfat serta dugaan praktik sewa trotoar di kawasan Soekarno-Hatta (Suhat).
Eko berharap dengan pemetaan lima titik secara spesifik dan pengawasan berlapis, pasar takjil tahun ini tetap semarak namun terkendali. Sebab, tanpa disiplin bersama, ledakan ekonomi Ramadan berpotensi kembali menyisakan persoalan klasik di ruang kota.






















