Sudutkota.id – Polresta Malang Kota mematangkan skenario pengamanan arus mudik dan libur Idulfitri melalui Operasi Ketupat Semeru 2026/1443 Hijriah. Sejumlah titik rawan kepadatan (trouble spot) telah dipetakan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat.
Paparan tersebut disampaikan Kasat Lantas Polresta Malang Kota AKP Rio Angga Prasetyo dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Gedung Mini Blok Office lantai 4, Selasa (3/3/2026).
Rio menjelaskan, dalam operasi tahunan ini pihaknya menyiapkan tiga pos pengamanan dan satu pos pelayanan yang ditempatkan di titik-titik strategis.
“Dalam rangka Operasi Ketupat Semeru, Polresta Malang Kota menyiapkan tiga pos pengamanan dan satu pos pelayanan. Semua sudah kami petakan berdasarkan potensi kerawanan lalu lintas,” ujarnya.
Pos pengamanan pertama ditempatkan di Exit Tol Madyopuro. Titik ini akan menjadi filter arus kendaraan dari jalur tol yang masuk ke wilayah Kota Malang.
Menurut Rio, pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran Malang Raya dan Kota Batu. Jika terjadi kepadatan di Exit Tol Singosari menuju Batu, arus kendaraan akan dialihkan melalui Exit Tol Madyopuro.
“Ketika nanti terjadi kepadatan dari arah Singosari menuju Batu, arus akan kami alihkan masuk ke wilayah hukum Polresta Malang Kota melalui Exit Tol Madyopuro,” jelasnya.
Titik kedua berada di kawasan Universitas Brawijaya, tepatnya simpang Jalan Mayjen Panjaitan dengan Jalan Soekarno Hatta. Kawasan ini diprediksi menjadi salah satu simpul kemacetan utama saat libur Lebaran.
“Di hari biasa saja kawasan itu sudah padat, apalagi saat libur Lebaran karena Batu menjadi tujuan utama wisata,” tegas Rio.
Pos pengamanan ketiga ditempatkan di kawasan Mitra I yang mencakup area Alun-Alun Kota Malang hingga Pasar Besar. Area ini diprediksi dipadati masyarakat yang berbelanja kebutuhan Lebaran.
Polisi mengantisipasi potensi penyempitan jalan akibat parkir kendaraan yang meluber ke badan jalan.
Selain pos pengamanan, Polresta Malang Kota juga menyiapkan satu pos pelayanan di Stasiun Kota Baru untuk melayani masyarakat pengguna kereta api sekaligus memantau mobilitas keluar-masuk kota.
Untuk memperkuat pengawasan, Satlantas juga menyiapkan empat pos pantau di wilayah utara, timur, barat, dan selatan Kota Malang, salah satunya di kawasan Graha Kencana.
Pemantauan dilakukan secara real time melalui command center dan dukungan aplikasi digital seperti Google Maps. Jika terdeteksi garis merah sebagai indikasi kepadatan, petugas di pos pantau akan langsung melakukan pengecekan lapangan.
Sebagai langkah cepat, Polresta Malang Kota menyiagakan tim urai lalu lintas yang terdiri dari sekitar 25 personel. Tim ini bertugas melakukan rekayasa lalu lintas, pengalihan arus, hingga penanganan kepadatan secara mobile.
“Begitu terpantau ada kepadatan, tim akan langsung bergerak melakukan penguraian arus agar tidak terjadi kemacetan panjang,” tegas Rio.
Ia menambahkan, seluruh pos pengamanan, pelayanan, dan pantau akan saling terintegrasi selama Operasi Ketupat Semeru berlangsung.
Polresta Malang Kota mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik selama periode mudik dan libur Lebaran serta mematuhi arahan petugas demi menjaga kelancaran dan keselamatan bersama.






















