Daerah

Operasi Ketupat Semeru 2026 Dimulai, Kapolresta Malang Kota Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas hingga Inflasi Musiman

14
×

Operasi Ketupat Semeru 2026 Dimulai, Kapolresta Malang Kota Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas hingga Inflasi Musiman

Share this article
Operasi Ketupat Semeru 2026 Dimulai, Kapolresta Malang Kota Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas hingga Inflasi Musiman
Kapolresta Malang Kota, Putu Kholis Aryana bersama jajaran Forkopimda, TNI, Polri, serta instansi terkait mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Semeru 2026 dalam rangka pengamanan perayaan Idul Fitri 1447 H di Kota Malang, Rabu (12/3/2026).(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Jajaran Polresta Malang Kota menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Semeru 2026 sebagai bentuk kesiapan pengamanan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Kota Malang.

Kegiatan ini menjadi langkah awal aparat dalam memastikan situasi keamanan, ketertiban, serta kelancaran aktivitas masyarakat selama masa libur panjang Hari Raya Nyepi hingga Lebaran.

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Malang Kota, Putu Kholis Aryana, Kamis (12/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa pengamanan Lebaran tahun ini mengusung tema dari pemerintah pusat yakni “Mudik Aman, Keluarga Bahagia, Aparat Siaga.”

Menurutnya, tema tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pengamanan hari raya tidak hanya bergantung pada aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, pemangku kepentingan, serta partisipasi aktif masyarakat.

“Pada prinsipnya sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Menjelang hari raya dan libur panjang dari Nyepi hingga Idulfitri, kita meningkatkan kesiapsiagaan untuk melayani seluruh aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kota Malang diprediksi akan mengalami lonjakan aktivitas yang cukup signifikan selama periode libur panjang. Hal ini disebabkan tingginya mobilitas masyarakat, baik warga yang melakukan perjalanan mudik maupun wisatawan yang datang berkunjung ke kawasan Malang Raya.

Dari hasil diskusi bersama Wali Kota Malang, Forkopimda, serta sejumlah tokoh masyarakat, terdapat lima potensi tantangan utama yang perlu diantisipasi selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.

Tantangan pertama adalah kepadatan lalu lintas. Kota Malang diperkirakan akan dipadati kendaraan, baik dari masyarakat lokal maupun pendatang yang melintas menuju berbagai destinasi wisata di Malang Raya.

“Kota Malang juga menjadi jalur utama perlintasan wisatawan yang akan menuju Kabupaten Malang maupun Kota Batu. Sehingga peningkatan arus lalu lintas hampir pasti terjadi,” jelasnya.

Tantangan kedua adalah kepadatan di fasilitas publik, seperti tempat wisata, pusat perbelanjaan, kawasan kuliner, serta berbagai destinasi hiburan yang biasanya menjadi tujuan utama masyarakat saat libur Lebaran.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerumunan dalam jumlah besar sehingga memerlukan pengawasan serta pengaturan dari aparat keamanan agar situasi tetap aman dan tertib.

Selanjutnya, tantangan ketiga yang turut menjadi perhatian adalah anomali parkir. Menurut Putu Kholis, kondisi kepadatan lalu lintas dan tingginya kunjungan ke fasilitas umum sering kali memicu munculnya praktik parkir yang tidak sesuai dengan aturan.

“Anomali parkir ini biasanya berbanding lurus dengan kepadatan lalu lintas dan fasilitas publik. Ada kemungkinan dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mengambil keuntungan dengan cara yang tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah,” terangnya.

Karena itu, pihak kepolisian bersama Pemerintah Kota Malang akan melakukan pengawasan dan intervensi guna memastikan sistem parkir tetap berjalan sesuai ketentuan serta tidak merugikan masyarakat.

Selain itu, meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur Lebaran juga berpotensi menyebabkan peningkatan volume sampah di berbagai titik keramaian, seperti kawasan wisata, pusat kuliner, dan area publik lainnya.

“Semakin tinggi mobilitas, konsumsi, dan aktivitas belanja masyarakat, maka persoalan sampah juga akan menjadi tantangan yang harus kita kelola bersama,” katanya.

Tantangan terakhir yang juga menjadi perhatian pemerintah adalah inflasi temporal atau inflasi musiman yang biasanya terjadi akibat meningkatnya permintaan dan konsumsi masyarakat menjelang hingga setelah Lebaran.

Meski demikian, Putu Kholis menilai berbagai tantangan tersebut juga dapat menjadi peluang bagi daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa.

“Setiap tantangan pasti juga ada peluang. Jika kita mampu memanfaatkan situasi ini dengan baik dan bersinergi, maka akan ada pertumbuhan ekonomi yang menyertai selama masa liburan,” ungkapnya.

Momentum libur panjang ini juga menjadi kesempatan bagi Kota Malang untuk semakin memperkuat citranya sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Jawa Timur.

Ia menambahkan, pemerintah dan aparat keamanan ingin memastikan bahwa Kota Malang tetap menjadi kota yang aman, nyaman, serta ramah bagi wisatawan maupun masyarakat yang tinggal di dalamnya.

“Kita ingin menunjukkan bahwa Malang adalah tempat yang aman, ramah bagi para pendatang, dan juga nyaman bagi warga. Itu yang akan kita jaga bersama selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *