Pemerintahan

Mutasi Pejabat di Pemkot Batu Dinilai Tepat, Dorong Birokrasi Batu Lebih Dinamis

23
×

Mutasi Pejabat di Pemkot Batu Dinilai Tepat, Dorong Birokrasi Batu Lebih Dinamis

Share this article
Mutasi Pejabat di Pemkot Batu Dinilai Tepat, Dorong Birokrasi Batu Lebih Dinamis
Mutasi jabatan di Pemkot Batu.(foto:Prokopim KWB to Sudutkota.id)

Sudutkota.id – Langkah Wali Kota Batu, Nurochman bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto merotasi 15 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemkot Batu mendapat respons positif dari berbagai elemen.

Tokoh masyarakat, kelompok kerja (Pokja), hingga DPRD menilai kebijakan tersebut sebagai upaya penting membangun birokrasi yang adaptif, profesional, dan sejalan dengan arah pembangunan daerah.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Rabu (21/1/2026).

Dalam prosesi itu, Wali Kota Batu menyerahkan Surat Keputusan (SK) jabatan kepada seluruh pejabat yang dilantik, termasuk Zadim Efisiensi yang kini dipercaya mengisi posisi Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah.

Mutasi Pejabat di Pemkot Batu Dinilai Tepat, Dorong Birokrasi Batu Lebih Dinamis
Mutasi pejabat Kota Batu.(foto:Prokopim KWB to Sudutkota.id)

Dukungan juga datang dari Ketua Pokja Kota Batu, Andrek Prana. Ia menyatakan masyarakat tidak anti terhadap perubahan, selama dilakukan secara objektif dan berorientasi pada peningkatan pelayanan publik.

“Kami mendukung penyegaran birokrasi yang berbasis kompetensi dan meritokrasi. Harapannya, ini bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi langkah nyata menuju pemerintahan yang lebih berkualitas,” katanya, Kamis (22/1/2026).

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kota Batu, Ludi Tanarto, mendorong para pejabat yang baru dilantik agar segera menunjukkan kinerja nyata melalui pelaksanaan program dan inovasi di masing-masing perangkat daerah.

“Masyarakat menunggu hasil kerja yang konkret. Kami berharap mutasi ini berdampak langsung pada peningkatan pelayanan dan pembangunan Kota Batu,” ujar politisi PKS tersebut.

Senada, Pemerhati sosial dan pemerintahan, Maryunani, menyebut mutasi sebagai instrumen manajemen sumber daya manusia yang wajar dan dibutuhkan dalam sistem pemerintahan. Menurutnya, penyegaran jabatan mampu menjaga ritme kerja birokrasi agar tetap efektif dan responsif terhadap tantangan.

“Kebijakan ini patut diapresiasi karena membuka ruang pengembangan karier ASN sesuai kompetensi. Mutasi juga memberi kesempatan memperkaya pengalaman sekaligus meningkatkan kinerja organisasi,” ujarnya.

Ia menilai, mutasi jabatan juga berfungsi mencegah kejenuhan kerja serta potensi ketimpangan relasi birokrasi akibat pejabat terlalu lama menempati satu posisi strategis. Regenerasi, lanjutnya, menjadi kebutuhan mendesak di tengah banyaknya ASN senior yang mendekati masa purna tugas.

“Jika tidak dikelola serius, akan muncul masalah stok kepemimpinan di masa depan. Mutasi adalah pintu awal menyiapkan kader birokrasi yang matang,” tegasnya.(ADV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *