Sudutkota.id – Momentum libur panjang Hari Raya Idulfitri 2026 menjadi berkah tersendiri bagi sektor pariwisata Kota Malang. Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mencatat adanya lonjakan mobilitas wisatawan.
Oleh sebab itu, momen tersebut berdampak langsung pada peningkatan kunjungan destinasi wisata hingga okupansi penginapan.
Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengungkapkan bahwa sejak awal libur Lebaran hingga puncak arus balik pada 29 Maret 2026, pergerakan masyarakat yang masuk ke Kota Malang terpantau sangat tinggi.
“Selama liburan hari raya sampai dengan arus balik puncaknya tanggal 29 Maret, kami memantau pergerakan mobilitas yang datang ke Kota Malang ini luar biasa. Ini sangat berpengaruh terhadap destinasi wisata yang ada,” ujar Baihaqi, Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, tingginya mobilitas tersebut menjadi indikator kuat bahwa Kota Malang masih menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan, khususnya di momen libur panjang. Meski begitu, pihaknya belum merilis angka pasti terkait persentase kenaikan kunjungan.
“Kalau secara angka pastinya, ini masih awal bulan. Nanti di bulan April baru akan kami sampaikan secara detail. Termasuk berapa persen peningkatannya,” jelasnya.
Namun secara kasat mata, peningkatan aktivitas wisata sudah terlihat di berbagai titik. Sejumlah destinasi unggulan hingga kawasan tematik mengalami lonjakan kunjungan yang cukup signifikan.
“Kalau gambaran umum, di beberapa titik memang terlihat ramai. Ada peningkatan kunjungan. Contohnya di Alun-Alun Merdeka yang sekarang juga ramai di kawasan Ramayana, kemudian Hawai Waterpark yang tetap jadi destinasi unggulan, serta kawasan Kayutangan Heritage dan beberapa titik lainnya,” paparnya.
Tak hanya destinasi wisata, dampak lonjakan pengunjung juga terasa pada sektor perhotelan dan usaha jasa pariwisata lainnya. Berdasarkan laporan dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), tingkat okupansi hotel di Kota Malang mengalami kenaikan selama periode libur Lebaran.
“Untuk okupansi penginapan, berdasarkan laporan dari PHRI, memang mengalami peningkatan. Ini tentu berdampak positif terhadap perputaran ekonomi daerah,” kata Baihaqi.
Ia menambahkan, peningkatan aktivitas wisata ini berkontribusi langsung terhadap realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak hotel dan restoran yang dikelola Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
“Dari pajak yang dipungut Bapenda, target realisasi itu juga terbantu dari geliat industri pariwisata ini. Jadi memang ada efek domino, mulai dari kunjungan wisata, okupansi hotel, sampai ke pendapatan daerah,” tegasnya.
Di sisi lain, Disporapar juga tengah menyiapkan inovasi baru untuk mendukung pengembangan pariwisata, yakni pengoperasian becak listrik sebagai moda transportasi wisata ramah lingkungan.
Namun, Baihaqi menegaskan bahwa program tersebut masih dalam tahap penyusunan regulasi dan koordinasi lintas sektor, terutama dengan Dinas Perhubungan.
“Untuk becak listrik, saat ini kami masih menyiapkan regulasinya. Leading sectornya nanti di Dishub karena berkaitan dengan pengaturan lalu lintas di jalan. Tapi kami akan susun bersama agar implementasinya sesuai dengan tujuan pengembangan pariwisata,” jelasnya.
Rencananya, becak listrik akan dioperasikan dalam bentuk paket-paket wisata dengan rute tertentu yang menghubungkan sejumlah titik strategis di Kota Malang.
“Nanti akan ada paket jalur, misalnya dari kawasan Alun-Alun menuju Kayutangan, kemudian ke titik-titik lain seperti kawasan heritage. Jadi tidak sekadar transportasi, tapi juga bagian dari layanan wisata,” imbuhnya.
Ia juga menjelaskan, jumlah becak listrik yang akan difokuskan sebagai layanan wisata masih terbatas, berbeda dengan becak konvensional yang selama ini digunakan masyarakat untuk transportasi umum.
“Kalau untuk becak wisata ini jumlahnya terbatas, tidak banyak. Berbeda dengan becak konvensional yang jumlahnya ratusan dan digunakan untuk layanan umum,” katanya.
Sementara itu, terkait besaran perputaran ekonomi selama libur Lebaran, Disporapar masih menunggu hasil kompilasi data dari Badan Pusat Statistik (BPS).
“Setiap bulan kami memang rutin rapat dengan BPS. Insya Allah minggu ini kami akan rapat, dan nanti data dari berbagai sumber, termasuk dari kami, akan dikompilasi menjadi laporan resmi BPS,” pungkas Baihaqi.





















