Olahraga

Kota Malang Patok Target 222 Medali Emas di Porprov 2027

42
×

Kota Malang Patok Target 222 Medali Emas di Porprov 2027

Share this article
Kota Malang Patok Target 222 Medali Emas di Porprov 2027
Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi menargetkan 222 medali emas pada Porprov Jatim 2027.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.idKota Malang memasang target tinggi pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Sebanyak 222 medali emas dipatok sebagai sasaran utama.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menegaskan target tersebut bukan sekadar ambisi, melainkan konsekuensi dari besarnya potensi atlet yang dimiliki dan evaluasi atas kegagalan memaksimalkan sejumlah cabang olahraga (cabor) pada Porprov sebelumnya.

“Kota Malang tidak boleh kembali kehilangan peluang emas hanya karena absen di cabor-cabor strategis yang memiliki banyak nomor pertandingan,” ujar Baihaqi, Sabtu (3/1/2026).

Ia menilai, jika seluruh cabor dan nomor yang dipertandingkan bisa diikuti secara optimal, Kota Malang seharusnya mampu bersaing ketat bahkan melampaui daerah dominan seperti Surabaya dan Sidoarjo.

Sejalan dengan itu, Baihaqi, menyatakan bahwa target 222 emas disusun berdasarkan evaluasi menyeluruh capaian Porprov sebelumnya. Ia mengakui, selama ini potensi atlet Kota Malang belum sepenuhnya tergarap karena keterbatasan keikutsertaan pada sejumlah cabor dan nomor pertandingan.

Disporapar mendorong KONI untuk tidak hanya bertumpu pada cabor unggulan, melainkan memperluas partisipasi ke cabor dan nomor yang selama ini luput digarap, namun memiliki peluang medali besar.

Optimisme tersebut diperkuat Sekretaris KONI Kota Malang, Joko Purwo Santoso. Ia menegaskan bahwa angka 222 emas merupakan target realistis yang dihitung dari potensi riil, bukan sekadar target simbolik.

“Untuk Porprov 2027, target kita 222 medali emas. Artinya minimal kita harus tembus 200. Target ini kita pasang berdasarkan evaluasi Porprov kemarin,” ujar Joko.

Ia menjelaskan, pada Porprov 2025 lalu, KONI Kota Malang menerapkan strategi target berlapis. Dari target riil 150 emas, target publik dipasang 170 emas dan realisasinya mencapai 136 emas atau hampir 90 persen.

“Pola ini yang kita ulangi. Target tinggi itu untuk memacu semua cabang supaya maksimal,” jelasnya.

Salah satu sumber optimisme adalah masih banyaknya nomor pertandingan yang belum diikuti Kota Malang. Pada cabang atletik, misalnya, dari total 44 nomor, Kota Malang baru mengikuti sekitar 20–22 nomor.

“Artinya masih banyak peluang medali yang belum kita ambil. Ini baru satu cabang olahraga,” tegas Joko.

Masalah krusial lainnya adalah absennya Kota Malang di cabor strategis, terutama dayung. Pada Porprov sebelumnya, Kota Malang tidak mengirim atlet di cabor ini, sementara Surabaya dan Sidoarjo masing-masing mampu mengamankan sekitar 10 medali emas.

“Itu yang bikin kita tersalip. Awalnya posisi kita masih kuat, tapi setelah Surabaya dan Sidoarjo dapat emas dari dayung, posisi kita mulai bergeser,” ungkapnya.

Padahal, cabor dayung memiliki sekitar 30 nomor pertandingan, sehingga absennya Kota Malang dinilai menjadi kerugian besar dalam perolehan medali.

Selain dayung, cabor lain yang menjadi perhatian serius adalah drumband, bowling, gantole, dan berkuda. Joko menilai Kota Malang sebenarnya memiliki potensi atlet dan komunitas, namun terkendala kesiapan organisasi, fasilitas, serta biaya pembinaan.

Khusus dayung dan gantole, kendala utama adalah lokasi latihan yang berada di Karangkates dan Ngantang, dengan jarak yang cukup jauh dan biaya tinggi.

“Kalau Surabaya dan Sidoarjo, atletnya banyak dari Angkatan Laut, fasilitas latihannya lengkap. Kita sempat ada atlet ber-KTP Kota Malang yang ingin menghidupkan cabor ini, tapi terkendala jarak latihan dan biaya,” paparnya.

Porprov 2027 diperkirakan mempertandingkan 76 cabang olahraga, hasil pemekaran dari sekitar 65 cabor induk. KONI Kota Malang menargetkan dapat mengikuti minimal 63 cabor, dengan estimasi pengiriman sekitar 1.300 atlet dan sekitar 200 ofisial.

“Dengan capaian lebih dari 100 emas di Porprov sebelumnya, Kota Malang sudah masuk jajaran daerah elite peraih emas. Kalau semua nomor dan cabor strategis bisa kita isi, target 222 emas bukan hal yang mustahil,” pungkas Joko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *