Sudutkota.id – Komisi C DPRD Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menyoroti penyebab robohnya tugu yang berdiri di ruang terbuka, terutama terkait pemilihan material dan perencanaan desain konstruksi.
Penilaian ini muncul setelah struktur tugu berbahan ACP cutting tersebut roboh saat cuaca ekstrem.
Anggota Komisi C DPRD Jombang, Syaifulloh, memberikan tanggapan terkait insiden robohnya tugu di Jombang yang belakangan menjadi perhatian publik.
“Penggunaan material ACP cutting pada struktur bangunan tinggi di ruang terbuka perlu dikaji ulang dari sisi teknis, khususnya pada tahap perencanaan desain,” ujarnya, Jum’at (12/12/2025).
Menurutnya, bangunan tugu yang berdiri lebih dari lima meter dan berada pada area yang terpapar langsung angin kencang, hujan, serta tekanan cuaca ekstrem membutuhkan material yang benar-benar kuat dan memiliki ketahanan jangka panjang.
“ACP cutting ukiran bukan merupakan material yang paling ideal untuk struktur tinggi di ruang terbuka, kecuali didukung perhitungan beban angin yang sangat teliti serta rangka yang benar-benar kuat,” tegas Syaifulloh.
Komisi C menekankan bahwa untuk bangunan landmark atau ikon daerah, unsur keamanan dan ketahanan jangka panjang harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar efisiensi biaya atau pertimbangan estetika ringan.
“Dalam konteks bangunan ruang terbuka seperti lokasi tugu, penggunaan plat besi seharusnya menjadi pilihan material yang lebih tepat dan aman,” tuturnya.
Lebih lanjut, Komisi C DPRD Jombang menegaskan bahwa apabila hasil evaluasi teknis nantinya membuktikan adanya kesalahan desain, pemilihan material yang tidak sesuai, atau metode pemasangan yang tidak standar dan bukan disebabkan oleh bencana alam.
“Maka Pemerintah Daerah tidak akan menanggung beban anggaran untuk memperbaiki kerusakan tersebut,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, tugu selamat datang yang menelan anggaran hingga Rp1 Miliar roboh setelah diterjang angin puting beliung pada Kamis (11/12/2025) sore, meski bangunan tersebut bahkan belum sempat diresmikan.
Bagian atas tugu tampak patah dan ambruk ke samping, sebagaimana terlihat dalam foto-foto yang beredar luas di media sosial.
Peristiwa ini langsung memicu sorotan publik. Melalui unggahan di Facebook, warga mempertanyakan kualitas konstruksi tugu tersebut.
Banyak warganet menduga adanya persoalan dalam pengerjaan proyek, mengingat bangunan baru itu runtuh hanya beberapa pekan setelah diselesaikan.
Komentar bernada kecewa dan kritikan memenuhi lini masa hingga menjadi perbincangan hangat. Insiden robohnya tugu ini menambah panjang daftar sorotan terhadap proyek tersebut.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Bayu Pancoroadi membenarkan adanya peristiwa ambruknya tugu Jombang tersebut.
“Nggih mas, informasi awal kami karena ada angin puting beliung. Besok teman-teman ke lokasi,” kata Bayu, Kamis (11/12/2025).






















