Sudutkota.id – Cuaca ekstrem kembali berdampak di Kota Malang. Hujan lebat yang disertai angin kencang merobohkan sebuah pohon beringin berukuran besar di Jalan Mertojoyo 1, tepat di depan Kantor Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Sabtu (28/3) siang.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.35 WIB. Pohon beringin dengan panjang kurang lebih 15 meter dan diameter sekitar 60 sentimeter itu tiba-tiba patah dan tumbang ke badan jalan. Dalam sekejap, batang besar itu menutup akses jalan dan menimpa sejumlah fasilitas di sekitarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, melalui laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) menyampaikan bahwa kejadian ini dipicu oleh kondisi pohon yang sudah lapuk, kemudian diperparah oleh hujan deras dan angin kencang yang datang secara tiba-tiba.
“Batang pohon dalam kondisi lapuk dan tidak cukup kuat menahan terpaan angin kencang saat hujan lebat, sehingga patah dan tumbang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Prayitno, Sabtu (28/3/2026).
Laporan kejadian diterima Pusdalops sekitar pukul 12.44 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD Kota Malang langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan asesmen sekaligus evakuasi bersama berbagai unsur terkait.
Dampak dari tumbangnya pohon cukup signifikan. Satu unit mobil yang berada di lokasi mengalami kerusakan pada bagian belakang, dengan kaca retak serta bodi penyok. Selain itu, gapura besi lapangan Merjosari dilaporkan patah, dan sebuah kios semi permanen mengalami kerusakan akibat tertimpa batang pohon.
Tak hanya merusak fasilitas, insiden ini juga berdampak pada jaringan listrik. Kabel PLN yang tertimpa pohon dilaporkan putus dan sebagian lainnya kendur, sehingga menyebabkan aliran listrik di sekitar lokasi sempat padam.
Akses lalu lintas di Jalan Mertojoyo pun sempat lumpuh total. Batang pohon yang melintang di jalan membuat kendaraan tidak bisa melintas, sehingga terjadi antrean dari kedua arah hingga proses evakuasi dilakukan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Respon cepat dari tim gabungan yang terdiri dari BPBD, perangkat kelurahan, TNI-Polri, Satlinmas, relawan, hingga warga sekitar membuat proses penanganan berjalan lancar.
Dalam waktu relatif singkat, petugas berhasil memotong dan mengevakuasi batang pohon dari badan jalan. Sekitar pukul 13.55 WIB, proses evakuasi dinyatakan selesai dan arus lalu lintas kembali berangsur normal.
“Seluruh unsur terlibat bergerak cepat di lapangan, sehingga penanganan bisa segera diselesaikan dan akses jalan kembali dibuka,” tambah Prayitno.
BPBD Kota Malang juga telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk penanganan lanjutan, termasuk pembersihan sisa material serta evaluasi kondisi pohon-pohon besar di kawasan tersebut.
Sebagai langkah pencegahan, BPBD mengimbau agar dilakukan pemangkasan rutin terhadap pohon yang terlalu rimbun serta pengawasan terhadap pohon tua atau berpotensi tumbang, terutama di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
Masyarakat juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti pohon tumbang, banjir, dan angin kencang yang bisa terjadi sewaktu-waktu.





















