Peristiwa

Hidrometeorologi, Drainase Tersumbat dan Tebing Ambrol di Kecamatan Bumiaji

9
×

Hidrometeorologi, Drainase Tersumbat dan Tebing Ambrol di Kecamatan Bumiaji

Share this article
Hidrometeorologi, Drainase Tersumbat dan Tebing Ambrol di Kecamatan Bumiaji
Bencana hidrometeorologi di Kecamatan Bumiaji.(foto:sudutkota.id/BPBD Kota Batu)

Sudutkota.id – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kota Batu pada, Minggu (22/2/2026) sore, memicu serangkaian bencana hidrometeorologi di Kecamatan Bumiaji. Dalam hitungan menit, banjir luapan dan tanah longsor terjadi di dua desa berbeda.

Banjir lebih dulu dilaporkan di Jalan Mbah Joyo, Desa Bumiaji, sekitar pukul 15.37 WIB. Air meluap ke jalan akibat saluran drainase yang tersumbat sampah, sehingga tak mampu menampung debit air hujan yang meningkat tajam.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Suwoko, menjelaskan hujan deras membuat tanah menjadi jenuh dan sistem drainase tertekan.

“Kemarin, petugas bersama relawan segera melakukan pembersihan, dan genangan air dilaporkan berangsur surut,” katanya, Senin (23/2/2026).

Sekitar 38 menit kemudian, longsor dilaporkan terjadi di Jalan Kelud Gang Girang, Dusun Kekep, Desa Tulungrejo. Material tanah sepanjang 12 meter dengan tinggi 3,5 meter ambrol dan merusak plengsengan teknis di lokasi tersebut.

“Dampaknya, pipa saluran air desa terputus serta akses jalan warga terganggu. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material tengah didata,” ungkapnya.

BPBD menyalurkan bantuan terpal sebagai penanganan awal guna mencegah longsor susulan, serta mendukung kerja bakti warga membersihkan material longsor.

“Rekonstruksi plengsengan direkomendasikan sebagai langkah permanen. Kami mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan,” tambahnya.

Kepedulian tersebut dikhususkan menjaga kebersihan saluran air di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

“Petugas BPBD, Agen Informasi Bencana Provinsi Jawa Timur, serta relawan tetap melakukan pemantauan dan koordinasi di lokasi rawan guna mengantisipasi dampak lanjutan,” terangnya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *