Daerah

Harlah NU 1 Abad di Stadion Gajayana Diproyeksikan Dongkrak Wisata Kota Malang, Alun-Alun Merdeka Jadi Magnet Baru

27
×

Harlah NU 1 Abad di Stadion Gajayana Diproyeksikan Dongkrak Wisata Kota Malang, Alun-Alun Merdeka Jadi Magnet Baru

Share this article
Harlah NU 1 Abad di Stadion Gajayana Diproyeksikan Dongkrak Wisata Kota Malang, Alun-Alun Merdeka Jadi Magnet Baru
Suasana Alun-Alun Merdeka Kota Malang yang ramai dikunjungi warga dan wisatawan, menjadi salah satu magnet wisata favorit yang diprediksi kian padat seiring gelaran Harlah NU ke-100 tahun di Kota Malang.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Pelaksanaan Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 tahun di Stadion Gajayana, Kota Malang, diproyeksikan menjadi salah satu pemicu utama lonjakan kunjungan wisata ke Kota Malang.

Pemerintah Kota Malang menilai kehadiran ratusan ribu jamaah dari berbagai daerah akan memberikan dampak langsung dan signifikan terhadap sektor pariwisata, terlebih dengan telah berfungsinya Alun-alun Merdeka sebagai ruang publik dan destinasi wisata baru di jantung kota.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyatakan bahwa momentum Harlah NU tidak hanya berdimensi keagamaan, tetapi juga menjadi peluang strategis bagi penguatan ekonomi pariwisata daerah.

“Diperkirakan lebih dari seratus ribu jamaah akan datang ke Kota Malang. Ini akan berdampak langsung pada perhotelan, restoran, transportasi lokal, hingga destinasi wisata yang ada di Kota Malang,” kata Baihaqi saat dikonfirmasi sudutkota.id, Selasa (3/2/2026).

Menurutnya, keberadaan Alun-alun Merdeka yang kini telah tertata dan difungsikan sebagai ruang publik representatif dipastikan menjadi salah satu tujuan utama jamaah di sela kegiatan Harlah NU.

“Alun-alun Merdeka sudah menjadi ikon baru. Lokasinya strategis dan mudah dijangkau, sehingga sangat potensial menjadi magnet kunjungan jamaah,” ujarnya.

Selain Alun-alun Merdeka, Baihaqi menyebut sejumlah destinasi lain seperti kawasan heritage, pusat kuliner, dan ruang terbuka hijau juga diprediksi mengalami lonjakan pengunjung, khususnya destinasi yang berada di pusat kota dan koridor wisata.

Disporapar Kota Malang telah mengeluarkan himbauan resmi kepada seluruh pelaku usaha pariwisata, mulai dari hotel, restoran, pengelola destinasi wisata, hingga kelompok sadar wisata (Pokdarwis) agar melakukan persiapan maksimal.

“Kami minta seluruh pelaku pariwisata meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan. Jamaah yang datang harus mendapatkan pengalaman wisata yang baik,” tegas Baihaqi.

Ia menekankan bahwa kualitas layanan selama momentum besar seperti Harlah NU akan menjadi penentu citra Kota Malang sebagai kota tujuan wisata.

“Kalau kesannya baik, bukan hanya saat acara, tapi ke depan mereka bisa kembali sebagai wisatawan. Ini efek jangka panjang yang kita harapkan,” katanya.

Di sisi lain, Baihaqi juga mengingatkan adanya pengaturan kawasan Stadion Gajayana selama dua hari pelaksanaan kegiatan. Areal dalam stadion akan disterilkan dan sejumlah ruas jalan di sekitarnya akan mengalami rekayasa lalu lintas. Karena itu, wisatawan dan pelaku usaha diimbau menyesuaikan aktivitas operasionalnya.

“Kami minta pelaku wisata ikut menyosialisasikan informasi ini kepada tamu, agar aktivitas wisata tetap berjalan lancar dan tidak terganggu pengaturan kegiatan,” imbuhnya.

Baihaqi menegaskan, Pemkot Malang melihat Harlah NU ke-1 abad sebagai momentum strategis pemulihan dan akselerasi pariwisata, sekaligus ajang menunjukkan kesiapan Kota Malang sebagai tuan rumah kegiatan nasional.

“Ini peluang besar bagi ekonomi lokal. Kalau dikelola dengan baik, dampaknya akan terasa luas bagi sektor pariwisata dan UMKM Kota Malang,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *