Daerah

Hari Pertama Sidak, Wali Kota Malang Temukan Pelanggaran di Pasar Takjil

3
×

Hari Pertama Sidak, Wali Kota Malang Temukan Pelanggaran di Pasar Takjil

Share this article
Hari Pertama Sidak, Wali Kota Malang Temukan Pelanggaran di Pasar Takjil
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat di dampingi Kapolresta Malang Kota, saat meninjau kondisi Pasar Takjil Sulfat.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Langkah awal Wali Kota Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat turun ke lapangan langsung berbuah temuan. Dalam sidak di area Pasar Takjil Sulfat, Kamis (19/2/2026), Wali Kota mendapati masih adanya pedagang yang melanggar surat edaran resmi.

Didampingi jajaran kepolisian, Wahyu sengaja melakukan peninjauan untuk menguji kepatuhan pedagang terhadap aturan yang sebelumnya telah disosialisasikan. Namun realitas di lapangan menunjukkan penertiban masih menjadi pekerjaan rumah.

“Ini hari pertama saya bersama Pak Kapolres melihat sejauh mana surat edaran dijalankan. Memang masih ada yang melanggar,” ujarnya kepada awak media.

Meski pelanggaran sudah teridentifikasi, Pemkot belum langsung menjatuhkan sanksi tegas. Pendekatan yang dipilih masih berupa teguran dan pembinaan. Namun Wahyu memberi sinyal evaluasi akan terus berjalan.

“Kita berikan teguran dulu. Nanti kita lihat perkembangan berikutnya,” tegasnya.

Di Pasar Takjil Sulfat, persoalan utama yang disorot adalah penataan lapak dan aktivitas memasak di lokasi yang dinilai berpotensi mengganggu ketertiban. Pemkot ingin memastikan aktivitas ekonomi musiman tetap berjalan tanpa menimbulkan risiko bagi publik.

Wahyu juga membandingkan dengan kondisi di Jalan Soekarno Hatta (Suhat) yang memiliki pola persoalan berbeda. Di kawasan tersebut, fasilitas bagi pedagang sebenarnya sudah tersedia, namun parkir pembeli kerap meluber hingga badan jalan.

“Di Jalan Soekarno Hatta pedagangnya sudah difasilitasi, tapi parkirnya sampai ke jalan. Pembeli berhenti di badan jalan. Ini yang harus kita atur,” jelasnya.

Ia menegaskan, penataan bukan untuk mempersulit pedagang yang mencari nafkah selama Ramadan. Justru, pemerintah ingin menciptakan situasi yang aman dan tertib bagi semua pihak.

“Kita paham mereka mencari nafkah. Tapi kalau kita atur dengan tepat, pengguna jalan aman, yang beli aman, yang jual juga aman,” katanya.

Persoalan pasar takjil musiman sendiri diakui menjadi masalah berulang setiap tahun. Keluhan warga sekitar, terutama soal kemacetan dan akses lingkungan yang terganggu, terus muncul setiap Ramadan.

Karena itu, Pemkot Malang memastikan sidak dan pengawasan akan berlanjut ke sejumlah titik rawan lainnya. Jika pelanggaran tetap berulang, opsi pengetatan tidak ditutup.

“Setiap bulan puasa masalah ini selalu muncul. Warga kadang kesulitan keluar karena macet di sini. Ini yang coba kita benahi mulai dari Sulfat,” pungkas Wahyu.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *