Sudutkota.id – Menjelang H-1 peringatan Harlah Nahdlatul Ulama (NU), Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat memastikan seluruh persiapan pengamanan dan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan telah dilakukan secara matang.
Hal tersebut disampaikan Wahyu Hidayat kepada awak media, Jumat (6/2/2026). Ia menegaskan, koordinasi dengan protokol istana serta aparat keamanan terus dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib.
“Memang ada beberapa penyesuaian di lapangan. Koordinasi dengan protokol istana juga terus berjalan. Prinsipnya pengaturan lalu lintas harus aman dan tamu bisa sampai ke lokasi kegiatan dengan nyaman,” ujar Wahyu.
Menurutnya, sistem pengamanan tidak dilakukan dengan sekat berlebihan, namun tetap mengedepankan aspek keamanan. Penataan arus lalu lintas menjadi fokus utama agar tidak menimbulkan kemacetan dan gangguan aktivitas masyarakat.
“Tidak semua dilakukan dengan pola yang sama. Yang terpenting adalah pengaturan lalu lintas dan keamanan, supaya kegiatan berjalan lancar,” jelasnya.
Wahyu juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan selama pelaksanaan Harlah NU, termasuk tidak memasuki area steril dan menjaga ketertiban di sekitar lokasi acara.
“Kami mengimbau masyarakat tidak berkerumun di area kegiatan, tidak berteriak, dan mengikuti arahan petugas demi keamanan bersama,” tegasnya.
Selain pengamanan darat, pembatasan penerbangan drone di sekitar area kegiatan juga akan diberlakukan. Namun teknis pengamanan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan aparat keamanan.
“Itu sudah menjadi bagian dari pengamanan. Pembatasan drone pasti ada, terutama di sekitar lokasi kegiatan,” katanya.
Tak hanya itu, Pemerintah Kota Malang juga meminta seluruh tempat hiburan malam untuk menghentikan sementara operasionalnya selama dua hari pelaksanaan Harlah NU. Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap kegiatan keagamaan berskala nasional tersebut.
“Kami sudah menyampaikan agar tempat hiburan malam berhenti beroperasi selama dua hari kegiatan. Ini sebagai bentuk penghormatan dan menjaga kekhidmatan Harlah NU,” ujar Wahyu.
Ia berharap seluruh pelaku usaha hiburan dapat mematuhi kebijakan tersebut demi menjaga kondusivitas Kota Malang. Pemkot Malang bersama aparat terkait juga akan melakukan pengawasan selama pelaksanaan kegiatan.
Sementara terkait kemungkinan agenda kunjungan Presiden RI ke Kota Malang, Wahyu mengaku belum menerima kepastian detail. Namun ia menyebut ada sejumlah agenda lain yang masih dalam tahap koordinasi.
“Kalau soal agenda Presiden, sepertinya ada, tapi saya belum mengetahui kepastiannya. Yang jelas, kami fokus memastikan Kota Malang aman dan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar,” pungkasnya.






















