Sudutkota.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menyiapkan skema khusus penanganan sampah dan sanitasi selama pelaksanaan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, 7–8 Februari 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan jemaah dan volume sampah di pusat kota.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, Rabu (4/2/2026), mengatakan sedikitnya 500 petugas kebersihan akan diterjunkan dengan sistem kerja bergilir sejak sebelum acara hingga pascakegiatan.
“Kami atur beberapa shift, mulai sore hari, jam 11 malam, jam 1 dini hari, sebelum subuh, hingga shift pagi setelah kegiatan selesai,” ujarnya.
Dari sisi armada, DLH menyiapkan 6 unit dam truk dan 2 kendaraan tambahan. Khusus saat acara berlangsung, dua dam truk disiagakan sebagai tempat penampungan sampah sementara di dalam dan sekitar Stadion Gajayana.
Untuk fasilitas sanitasi, DLH Kota Malang menurunkan dua unit mobil toilet, masing-masing dilengkapi empat bilik. Dukungan juga datang dari DLH Kabupaten Malang berupa tiga unit kendaraan toilet, dua di antaranya ditempatkan di dalam stadion, tepatnya di pintu barat.
“Satu unit lagi ditempatkan di sekitar Alun-alun Merdeka atau Kantor Bupati Malang, mengingat jemaah dari Kabupaten Malang diperkirakan mencapai 25 ribu orang dengan titik kumpul di kawasan tersebut,” jelas Raymond. Selain itu, dua toilet portable dari Kota Batu turut disiapkan.
DLH memprediksi volume sampah pada hari puncak cukup tinggi, yakni sekitar 7–8 truk setiap pengangkutan atau setara sekitar 70 ton sampah selama kegiatan berlangsung.
Sebagai upaya pengendalian, DLH juga menyiapkan 1.000 trash bag yang dipasang di pagar stadion dan area sekitar. Petugas akan memantau kondisi trash bag pada malam hari dan menggantinya jika sudah penuh.
“Dengan sistem ini, kami berharap kebersihan lingkungan tetap terjaga dan jemaah lebih mudah membuang sampah pada tempatnya,” pungkasnya.






















