Sudutkota.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang kembali menggencarkan upaya penguatan ketahanan pangan berbasis keluarga. Kali ini, melalui pelatihan budidaya ikan air tawar dengan metode budikdamber (budidaya ikan dalam ember).
Kegiatan pelatihan tersebut digelar di Hotel Grand Mercure Kota Malang, Selasa (5/8/2025), dan merupakan hasil kolaborasi antara Dispangtan Kota Malang bersama TP-PKK Kota Malang dan Pokja 3 TP-PKK.
Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk konkret pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kemandirian pangan sekaligus pemanfaatan lahan sempit di perkotaan.
“Budikdamber ini bukan sekadar budidaya, tapi sebuah gerakan ketahanan pangan keluarga yang sangat aplikatif. Dengan memanfaatkan pekarangan kecil sekalipun, kita bisa menghasilkan ikan sebagai sumber protein dan sayur sebagai sumber gizi. Ini sangat efektif terutama di kawasan padat penduduk,” ujar Slamet.
Dalam kegiatan ini, para peserta tidak hanya diberikan materi pelatihan berupa teori dan praktik budidaya, tetapi juga langsung difasilitasi sarana dan prasarana lengkap yang dibutuhkan untuk memulai budidaya di rumah masing-masing.
Bantuan yang diberikan antara lain, lima ember media budidaya per peserta, 250 ekor benih ikan lele, 30 kilogram pakan ikan, 60 kilogram media tanam untuk kangkung, pompa air, serta satu serok ikan.
Slamet menambahkan, pelatihan ini merupakan program yang berasal dari berbagai usulan masyarakat, baik melalui Musrenbang tingkat kelurahan, usulan tematik pemuda, maupun dari pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Kota Malang. Pesertanya berasal dari 24 kelurahan di wilayah Kota Malang.
“Setelah pelatihan, para peserta tidak akan kami lepas begitu saja. Biasanya kami bentuk grup WhatsApp untuk monitoring, konsultasi, dan pendampingan teknis lanjutan. Ini penting agar budidaya yang mereka mulai tidak berhenti di tengah jalan, tapi bisa berkelanjutan bahkan berkembang,” jelasnya.
Salah satu nilai lebih dari program ini adalah kontribusinya terhadap penurunan angka stunting, khususnya pada anak-anak. Ikan lele sebagai salah satu hasil budidaya budikdamber merupakan sumber protein hewani yang baik, mudah dipelihara, dan memiliki nilai gizi tinggi.
“Program ini tidak hanya untuk menyediakan makanan bergizi, tapi juga memberi contoh nyata kepada masyarakat bahwa pangan sehat bisa diproduksi dari rumah sendiri. Ini sangat relevan dengan isu stunting dan pemenuhan gizi keluarga,” lanjut Slamet.
Dengan metode sederhana yang dapat dilakukan di lingkungan rumah, program ini juga dinilai mampu mendorong kemandirian pangan rumah tangga, sekaligus menambah pendapatan keluarga bila hasil budidaya dikembangkan untuk skala kecil komersial.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta yang umumnya ibu rumah tangga dan kader PKK kelurahan. Mereka berharap pelatihan ini tidak hanya menjadi program jangka pendek, tetapi bisa terus berlanjut dengan dukungan pembinaan dari pemerintah daerah.
Dispangtan Kota Malang sendiri berkomitmen untuk terus memperluas cakupan program budikdamber, termasuk menyasar kelompok pemuda, karang taruna, dan komunitas urban farming lainnya, sebagai bagian dari strategi besar ketahanan pangan perkotaan.(mit)






















