Daerah

Desa Disebut Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Akademisi Dorong Penguatan Infrastruktur dan SDM

10
×

Desa Disebut Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Akademisi Dorong Penguatan Infrastruktur dan SDM

Share this article
Desa Disebut Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Akademisi Dorong Penguatan Infrastruktur dan SDM
Zul Fahmi Fikar, ketua Bidang Pembangunan dan Pemberdayaan Desa HMI Cabang Malang saat menyampaikan pandangan mengenai peran strategis desa sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.(foto:sudutkota.id/ris)

Sudutkota.id – Peran desa dinilai semakin strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di Indonesia. Selain menjadi tempat tinggal mayoritas penduduk, desa juga menyimpan potensi besar dalam sektor pertanian, industri lokal, hingga ekonomi kreatif yang dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi masa depan.

“Desa tidak boleh lagi dipandang sebagai wilayah tertinggal, melainkan sebagai basis kekuatan ekonomi nasional,” ujar Zul Fahmi Fikar, ketua Bidang Pembangunan dan Pemberdayaan Desa HMI Cabang Malang, Sabtu(28/02/2026).

Menurutnya, aktivitas ekonomi di desa selama ini telah menopang rantai pasok nasional melalui sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan industri pengolahan berbasis bahan baku lokal. Potensi tersebut akan semakin besar jika didukung inovasi dan akses pasar yang luas.

“Produk desa sebenarnya punya daya saing, hanya perlu didorong agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional,” katanya.

Ia menambahkan, pemberdayaan sumber daya manusia menjadi faktor kunci dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi desa. Pendidikan, pelatihan keterampilan, serta penguasaan teknologi dinilai penting agar masyarakat desa mampu meningkatkan produktivitas dan nilai tambah usaha mereka.

“Tanpa peningkatan kapasitas SDM, potensi desa hanya akan menjadi potensi yang tidak tergarap maksimal,” tegasnya.

Selain itu, pembangunan infrastruktur dinilai masih menjadi pekerjaan rumah besar. Akses jalan, transportasi, fasilitas kesehatan, pendidikan, serta teknologi informasi disebut harus diperkuat agar desa tidak tertinggal dalam arus ekonomi modern.

“Jika akses infrastruktur baik, maka distribusi produk desa akan lancar dan peluang usaha akan terbuka lebih luas,” jelasnya.

Tak hanya sektor primer, desa juga dinilai memiliki peluang besar dalam pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya lokal. Kerajinan tangan, seni tradisi, hingga kuliner khas dapat menjadi sumber pendapatan baru jika dikelola profesional dan dipasarkan secara digital.

“Identitas budaya desa justru bisa menjadi kekuatan ekonomi baru yang tidak dimiliki wilayah lain,” ungkapnya.

Dalam hal kebijakan, pemerintah desa diharapkan mampu memaksimalkan program pembangunan, termasuk pemanfaatan Dana Desa untuk infrastruktur produktif, pelatihan usaha, dan penguatan UMKM lokal. Sinergi dengan sektor swasta dan lembaga pendamping juga dinilai penting untuk mempercepat pembangunan ekonomi desa.

“Kolaborasi lintas sektor adalah kunci agar desa bisa berkembang lebih cepat dan berkelanjutan,” katanya lagi.

Ia menegaskan, masa depan ekonomi nasional sangat bergantung pada kemampuan desa bertransformasi menjadi pusat produksi, inovasi, dan kewirausahaan. Dengan pengelolaan yang tepat, desa tidak hanya menjadi lumbung pangan, tetapi juga lumbung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Jika desa maju, maka ekonomi nasional akan ikut tumbuh kuat dari akar rumput,” pungkasnya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *