Featured

Dari Lensa Kamera dan Tulisan ke Tongkat Komando: Jejak Intelektual AKBP Muhamad Taat Resdianto

3
×

Dari Lensa Kamera dan Tulisan ke Tongkat Komando: Jejak Intelektual AKBP Muhamad Taat Resdianto

Share this article
Dari Lensa Kamera dan Tulisan ke Tongkat Komando: Jejak Intelektual AKBP Muhamad Taat Resdianto
Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdianto.(foto:sudutkota.id/ist.)

Sudutkota.id – Di balik rutinitas pengamanan dan tugas kepolisian yang ketat, AKBP Muhamad Taat Resdianto, S.H., S.I.K., M.Si. dikenal memiliki dua kegemaran yang membentuk cara berpikirnya, yakni fotografi dan menulis.

Melalui fotografi, ia terbiasa melihat persoalan dari berbagai sudut pandang, menangkap detail kecil yang sering luput dari perhatian. Sementara menulis menjadi ruang refleksi, tempat gagasan dan pengalaman lapangan dirangkai secara sistematis dan logis.

Hobi fotografi melatih ketelitian dan kesabaran, dua hal yang krusial dalam kerja kepolisian. Setiap momen yang tertangkap kamera menuntut kejelian membaca situasi, komposisi, serta konteks. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam gaya kepemimpinannya yang cenderung tenang, tidak reaktif, dan berbasis data saat mengambil keputusan strategis.

Sementara itu, kegemarannya menulis memperlihatkan sisi intelektual yang kuat. AKBP Muhammad Taat Resdianto dikenal aktif menuangkan pemikiran dalam bentuk artikel dan karya ilmiah, khususnya terkait kejahatan ekonomi dan transnasional. Aktivitas ini menjadikannya tidak hanya sebagai praktisi lapangan, tetapi juga pemikir kebijakan yang memahami akar persoalan hukum secara mendalam.

Minat akademik tersebut telah tumbuh sejak masa pendidikan. Ia menempuh pendidikan menengah di SMA Taruna Nusantara, Magelang, lingkungan yang menanamkan disiplin, kepemimpinan, dan daya saing intelektual. Fondasi ini mengantarkannya lulus dari Akademi Kepolisian pada 2005 dengan catatan prestasi yang menonjol di angkatannya.

Perjalanan pendidikannya berlanjut dengan meraih gelar Sarjana Hukum serta menempuh pendidikan di STIK-PTIK. Konsistensinya di bidang akademik mencapai puncak ketika ia memperoleh beasiswa penuh untuk melanjutkan studi magister pencegahan kejahatan transnasional di University of Wollongong, Australia, sebuah capaian yang tidak banyak diraih perwira aktif.

Pengalaman akademik tersebut kemudian berpadu dengan rekam jejak penugasan di lapangan. Ia lama berkecimpung di fungsi reserse, termasuk menangani perkara ekonomi dan kejahatan khusus di wilayah Polda Metro Jaya. Kombinasi teori dan praktik membuatnya dikenal cermat, terukur, dan berhati-hati dalam penegakan hukum.

Sebelum menjabat Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdianto terlebih dahulu memimpin Polres Tulungagung. Pada masa itu, ia menekankan profesionalisme anggota dan pendekatan pelayanan publik, sembari menjaga stabilitas keamanan wilayah. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memimpin wilayah yang lebih luas dan kompleks.

Kini, sebagai Kapolres Malang, ia dihadapkan pada tantangan besar menjaga kamtibmas di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Dengan latar belakang fotografi yang melatih kepekaan, serta kebiasaan menulis yang menajamkan analisis, AKBP Muhammad Taat Resdianto menunjukkan bahwa kepemimpinan modern lahir dari perpaduan ketegasan, intelektualitas, dan kemampuan membaca realitas secara utuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *