Daerah

Dampak Krisis Timur Tengah Picu Kenaikan Harga, Kapolresta Malang Kota Pastikan Stok Pangan Tetap Aman

12
×

Dampak Krisis Timur Tengah Picu Kenaikan Harga, Kapolresta Malang Kota Pastikan Stok Pangan Tetap Aman

Share this article
Dampak Krisis Timur Tengah Picu Kenaikan Harga, Kapolresta Malang Kota Pastikan Stok Pangan Tetap Aman
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana saat diwawancarai awak media terkait pemantauan stok dan harga bahan pokok di Kota Malang.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Dampak krisis geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai dirasakan pada fluktuasi harga sejumlah bahan pokok di berbagai daerah, termasuk di Kota Malang.

Meski demikian, aparat kepolisian bersama Pemerintah Kota Malang memastikan ketersediaan stok pangan selama bulan suci Ramadan masih dalam kondisi aman dan mencukupi.

Hal tersebut disampaikan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana saat memantau situasi pangan bersama Satgas Pangan dan jajaran Pemerintah Kota Malang, Senin (9/3/2026).

Putu Kholis menjelaskan, pengawasan terhadap distribusi serta ketersediaan bahan pokok telah dilakukan sejak sebelum Ramadan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan barang maupun lonjakan harga yang tidak wajar di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan puasa.

“Satgas Pangan sudah bekerja bersama tim dari Pemerintah Kota Malang. Pemantauan kita lakukan sejak sebelum bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Ia mengakui, terdapat fenomena kenaikan harga pada beberapa komoditas. Kondisi tersebut tidak sepenuhnya dipicu faktor lokal, melainkan juga dipengaruhi dinamika global, salah satunya krisis di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada rantai distribusi dan stabilitas harga komoditas pangan.

Meski begitu, hasil pemantauan bersama Wali Kota Malang menunjukkan bahwa stok pangan di Kota Malang masih berada pada level aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

“Ada fenomena kenaikan harga yang salah satunya dipengaruhi situasi global, termasuk krisis di Timur Tengah. Namun dari stok yang kita hitung bersama Pak Wali Kota, tidak ada kekhawatiran yang perlu terjadi karena stoknya mencukupi,” jelasnya.

Kapolresta juga mengimbau masyarakat agar tidak terpancing melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Menurutnya, tindakan tersebut justru berpotensi memicu ketidakstabilan pasar dan membuat distribusi bahan pokok menjadi tidak terkendali.

“Yang penting masyarakat tetap tenang dan jangan melakukan panic buying. Hal itu justru bisa memicu situasi menjadi semakin tidak bisa dikendalikan,” tegasnya.

Selain memantau harga dan stok, Satgas Pangan Polresta Malang Kota juga telah melakukan penelusuran terhadap rantai distribusi bahan pokok di sejumlah titik. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya praktik penimbunan, manipulasi harga, maupun tindakan curang yang merugikan masyarakat.

Namun hingga saat ini, pihak kepolisian belum menemukan indikasi pelanggaran hukum dalam distribusi bahan pangan di Kota Malang.

“Sejauh ini kami sudah melakukan beberapa penelusuran, namun belum menemukan adanya perbuatan curang ataupun perbuatan yang mengarah pada proses pidana,” tambahnya.

Sementara itu, untuk menekan lonjakan harga di pasaran, Pemerintah Kota Malang juga telah melakukan intervensi melalui program operasi pasar atau pasar murah di sejumlah wilayah. Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga selama Ramadan.

Melalui sinergi antara Satgas Pangan, aparat kepolisian, dan pemerintah daerah, stabilitas pasokan serta harga bahan pokok di Kota Malang diharapkan tetap terjaga hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *