Sudutkota.id – Rekaman CCTV menjadi potret paling jelas dalam mengungkap peristiwa yang menewaskan SA (42) alias “Kancil” di area parkir eks Tomoro Coffee (kini Happy Kids), Jalan Besar Ijen, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen.
Dalam timestamp 20-03-2026 pukul 04.40.52 WIB, kondisi lokasi terlihat sepi. Area parkir hanya berisi beberapa sepeda motor tanpa aktivitas orang lain di sekitar.
Pada awal rekaman, korban sudah terlihat dalam posisi terjatuh di atas paving. Dua pria berada di dekatnya. Salah satu pelaku tampak mendekat dan membungkuk ke arah korban, sementara pelaku lainnya berdiri di sisi berbeda.
Beberapa detik kemudian, tubuh korban tampak bergeser di permukaan parkiran, diduga diseret, diikuti gerakan pelaku yang menunjukkan aksi kekerasan dalam jarak dekat. Tidak ada pihak lain yang mendekat atau mencoba melerai.
Di bagian lain rekaman, sepeda motor terlihat dalam posisi tidak rapi, sebagian miring, yang menguatkan dugaan adanya keributan sebelum momen tersebut terekam.
Rangkaian kejadian berlangsung dalam kondisi lengang, hingga akhirnya kedua pelaku terlihat meninggalkan lokasi, menjauh dari korban yang tergeletak di area parkir.
Rekaman CCTV ini kini menjadi alat bukti penting dalam penanganan kasus oleh Polresta Malang Kota.
Sebelumnya, dalam rilis resmi berjudul “Gerak Cepat Respon Call Center 110, Polresta Malang Kota Tangani Jukir Cekcok Berujung Penusukan”, dijelaskan bahwa laporan masuk sekitar pukul 04.00 WIB langsung direspons petugas Polsek Klojen.
Korban SA (42), warga Jalan Ranugrati, Sawojajar, sempat dievakuasi oleh petugas PMI ke RSSA Malang usai mengalami luka serius, namun akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Shobirin, menyebut kejadian bermula dari cekcok tiga orang yang saling mengenal dan sama-sama bekerja sebagai juru parkir.
Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa dipicu setelah ketiganya mengonsumsi minuman keras di area parkir hingga terjadi perselisihan. Usai kejadian, pelaku sempat berupaya meminta rekaman CCTV dihapus, sebelum akhirnya melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Saat ini Satreskrim Polresta Malang Kota masih terus melakukan pengembangan dengan mengumpulkan alat bukti, termasuk rekaman CCTV, untuk mengidentifikasi dan memburu para pelaku.





















