Daerah

Blusukan ke Masjid, Wali Kota Malang Tegaskan Lebaran Harus Aman Tanpa Gangguan

16
×

Blusukan ke Masjid, Wali Kota Malang Tegaskan Lebaran Harus Aman Tanpa Gangguan

Share this article
Blusukan ke Masjid, Wali Kota Malang Tegaskan Lebaran Harus Aman Tanpa Gangguan
Wali Kota Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat bersama Forkopimda dan pengurus masjid saat melakukan blusukan pengecekan kesiapan tempat ibadah jelang Idulfitri di Kota Malang.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M, Wali Kota Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat tak sekadar memberi instruksi dari balik meja.

Ia turun langsung ke lapangan, memimpin blusukan bersama Forkopimda untuk memastikan kesiapan kota benar-benar matang tanpa celah.

Dari Gazebo Balai Kota Malang, rombongan bergerak menggunakan kendaraan roda dua, menyisir sejumlah titik vital. Langkah ini bukan simbolik, melainkan bentuk pengawasan langsung terhadap kesiapan tempat ibadah, pengamanan, hingga titik-titik keramaian yang diprediksi padat saat Lebaran.

Rute yang dilalui meliputi Masjid Agung Jami’ di Jalan Merdeka Barat, Masjid Quba di kawasan Terusan Ijen, Masjid Al Ikhlas di Jalan Raya Langsep, hingga Masjid A. Yani di Jalan Kahuripan. Di setiap titik, Wali Kota tak hanya melihat, tetapi juga berdialog dan mencermati kesiapan teknis di lapangan.

Tak berhenti di masjid, rombongan juga menyasar pos-pos pengamanan serta stasiun kereta api. Fokusnya jelas, mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat, terutama saat arus mudik dan balik yang kerap menjadi titik rawan.

“Persiapan sholat kita cek semua. Mulai dari kesiapan masjid, pengamanan, hingga pos-pos pelayanan. Termasuk juga di stasiun kereta api,” tegas Wahyu, Rabu (18/3/2026).

Dari hasil pengecekan, ia menilai kesiapan Kota Malang secara umum sudah berada di jalur yang tepat. Sinergi antara Pemkot, TNI-Polri, hingga pengurus masjid dinilai berjalan solid, terutama dalam menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Alhamdulillah persiapan yang dilakukan, baik dari Polresta, masjid-masjid, dan semua pihak sudah cukup baik. Harapannya semua berjalan lancar, aman, dan tidak ada gangguan apapun,” ujarnya.

Namun, di balik optimisme itu, Wahyu tetap memberi catatan. Ia menegaskan bahwa kewaspadaan tidak boleh kendor. Beberapa masjid, menurutnya, masih menunggu arahan teknis dari pemerintah, termasuk dukungan fasilitas untuk menunjang pelaksanaan ibadah dalam skala besar.

Selain itu, potensi lonjakan penumpang di stasiun menjadi perhatian serius. Pemerintah kota bersama aparat keamanan telah menyiapkan langkah antisipatif, mulai dari penambahan personel, layanan kesehatan, hingga penguatan sistem pengamanan terpadu.

“Lonjakan sudah kita antisipasi. Kesiapan TNI-Polri, kesehatan, hingga pelayanan juga sudah terlihat. Tapi tetap akan kita evaluasi lagi, apalagi menjelang malam takbir,” tambahnya.

Terkait malam takbir, Pemkot Malang masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat. Meski demikian, opsi pengamanan tetap disiapkan, termasuk kemungkinan patroli dan pengendalian arus massa di sejumlah titik strategis.

Blusukan ini menjadi pesan tegas, jika Pemkot Malang tidak ingin kecolongan di momen krusial tahunan ini. Dengan mobilitas warga yang meningkat tajam, pengawasan langsung dinilai sebagai langkah penting untuk menutup potensi kerawanan sejak dini.

Dengan kesiapan yang terus dimatangkan dan evaluasi yang berjalan dinamis, Kota Malang diharapkan mampu menyambut Idulfitri tahun ini dengan situasi yang benar-benar kondusif, aman, tertib, dan memberi rasa nyaman bagi seluruh masyarakat yang merayakan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *