Sudutkota.id – Paguyuban Nusa Tadon Adonara (PANUSA) Malang menggelar Rapat Umum Anggota (RUA) pada, Sabtu-Minggu (27-28/3/2026), di Wisma Pastoral, Jalan Mayjen Panjaitan, Kota Malang.
Dengan mengusung tema “Tegar Berdiri dalam Persaudaraan,” PANUSA ingin mencerminkan semangat kebersamaan seluruh anggota dalam menjaga solidaritas organisasi.
PANUSA Malang sendiri telah berdiri sejak tahun 1992 dan kini memasuki usia ke-34 tahun, menjadi wadah penting bagi masyarakat Adonara, Nusa Tenggara Timur, yang berada di perantauan, khususnya di Kota Malang.
“PANUSA hadir sebagai rumah bersama bagi keluarga besar Adonara di Malang,” kata Moch Rifq Mujahidin, ketua PANUSA Malang yang baru saja terpilih di kegiatan tersebut.
Kegiatan RUA dihadiri oleh seluruh anggota, undangan, serta para sesepuh PANUSA yang masih berada di Malang, sehingga memperkuat nilai kekeluargaan dalam setiap proses pengambilan keputusan organisasi.
“Kehadiran seluruh elemen ini menjadi bukti kuatnya persaudaraan dalam tubuh PANUSA,” ujarnya.
Dalam agenda RUA, Komisi Pemilihan Umum (KPU) PANUSA Malang menetapkan dua pasangan calon ketua dan wakil ketua yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi ke depan.
“Proses ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi,” ujar Moch Rifq.
Pemilihan pun berlangsung secara demokratis, tertib, dan lancar hingga akhirnya menetapkan Moch. Rifq Muztahid sebagai Ketua dan Adrianus Misi Boleng sebagai Wakil Ketua PANUSA Malang, serta Senari Leman sebagai pembina.
“Kami berkomitmen menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab,” katanya.
Ketua terpilih, Moch. Rifq Muztahid, menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh elemen keluarga besar Adonara serta mempererat hubungan dengan organisasi daerah NTT dan komunitas Indonesia Timur di Malang.
“Kami akan mengguyub seluruh keluarga besar Adonara di Malang serta menjalin silaturahmi dengan berbagai organisasi daerah dan masyarakat luas,” ajaknya.
Ia juga menambahkan bahwa kepengurusan baru akan melanjutkan capaian positif dari periode sebelumnya sekaligus melakukan perbaikan terhadap kekurangan yang ada.
“Keberhasilan sebelumnya akan kami jadikan contoh, sementara kekurangan menjadi pelajaran untuk membawa PANUSA lebih baik ke depan,” pungkas Moch Rifq.
Sementara itu, Senari Leman sebagai pembina PANUSA berharap, semoga ke depannya PANUSA tetap ada di Malang dan jadi rumah buat orang Adonara di Malang.
“Anggota Panusa saling bergandengan tangan, mempererat tali persaudaraan, biar semua bisa berjalan lancar, studi dan juga berorganisasi,” ucapnya.
Dan tak lupa selalu semangat dalam proses bertumbuh, dalam proses belajar, sehingga anak laki-laki ataupun anak perempuan bisa menjadi kebanggaan orang tua, terutama kebanggaan lewotana adonara.
“Tetap semangat menggapai mimpimu tanpa membedakan jenis kelamin,” pungkasnya.





















