Daerah

Aspirasi Run Pecahkan Rekor Peserta di Kota Malang: 13 Ribu Pelari Padati Stadion Gajayana

15
×

Aspirasi Run Pecahkan Rekor Peserta di Kota Malang: 13 Ribu Pelari Padati Stadion Gajayana

Share this article
Aspirasi Run Pecahkan Rekor Peserta di Kota Malang: 13 Ribu Pelari Padati Stadion Gajayana
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama jajaran OPD dan panitia berfoto swafoto di atas panggung kehormatan sesaat setelah memberangkatkan ribuan peserta Aspirasi Run di Stadion Gajayana.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Kota Malang kembali menunjukkan kelasnya sebagai kota event setelah sukses menjadi tuan rumah Aspirasi Run, gelaran lari malam yang berlangsung meriah, pada Jumat (28/11/2025).

Ribuan pelari memadati Stadion Gajayana, yang menjadi titik start dan finis, menciptakan keramaian yang terasa sejak sore hingga larut malam.

Bahkan sebelum acara dimulai, area luar stadion sudah dipenuhi peserta yang datang membawa atribut komunitas lari, lampu LED, hingga kostum unik khas lari malam. Jalan-jalan di sekitar stadion berubah menjadi lautan manusia yang menanti hitungan mundur dilepas.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, yang hadir bersama jajaran OPD, menyebut bahwa berdasarkan laporan panitia, Malang menjadi penyelenggaraan terbesar dibanding kota lainnya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah mempercayai Kota Malang. Tadi disampaikan bahwa Aspirasi Run di Malang adalah yang terbesar, diikuti sekitar 13 ribu pelari. Ini menunjukkan antusiasme warga yang luar biasa,” ujar Wahyu.

Ia menyatakan bangga karena Malang kembali dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan event berskala besar yang melibatkan masyarakat luas.

“Malam ini Kota Malang terlihat hidup. Ini bukan hanya soal lari, tapi ajang berkumpul, bergerak, dan menjaga kebersamaan,” tambahnya.

Wahyu menekankan bahwa gelaran ini sangat sejalan dengan Ngalam Tahes (Ngalam Sehat), program kesehatan yang tengah digiatkan agar masyarakat lebih aktif dan sadar akan pentingnya kebugaran.

“Aspirasi Run ini sama persis dengan semangat Ngalam Tahes. Malam sehat. Kami ingin warga Kota Malang aktif bergerak, tidak hanya di pagi hari tapi juga di malam hari. Dan 13 ribu peserta malam ini adalah bukti kesadaran itu semakin tumbuh,” tegasnya.

Program Ngalam Tahes sendiri menjadi salah satu kampanye penting Pemkot Malang untuk mempromosikan gaya hidup sehat tanpa harus menunggu momentum khusus.

Di luar sport tourism, Wali Kota Wahyu menyoroti dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh Aspirasi Run. Dengan puluhan ribu orang—peserta maupun penonton—yang hadir dalam satu titik, momentum ini memberikan peluang besar bagi pelaku UMKM.

Area sekitar stadion dipenuhi puluhan stand kuliner, minuman, merchandise olahraga, dan produk kreatif lokal yang disiapkan panitia maupun komunitas UMKM Kota Malang. Mayoritas tampak kewalahan melayani pembeli sejak sore.

“Event besar seperti ini selalu membawa dampak langsung bagi UMKM. Dengan 13 ribu peserta dan ribuan penonton, tentu transaksi meningkat. Ini penting untuk pertumbuhan ekonomi Kota Malang,” kata Wahyu.

Ia kembali menegaskan perannya sebagai kepala daerah yang memberi ruang besar bagi UMKM.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi. Kalau UMKM lesu, kami juga ikut merasakan. Makanya kami selalu berusaha agar UMKM naik kelas. Event seperti ini salah satu jalannya.”

Bahkan Wahyu menyinggung bagaimana UMKM menjadi penopang ekonomi saat pandemi COVID-19.

“Selama COVID, ekonomi kita tetap bergerak karena UMKM. Itu sebabnya UMKM selalu menjadi perhatian utama kami,” ujarnya.

Pemkot Malang saat ini tengah mendorong lahirnya seribu lebih event dalam setahun, sebagai strategi menghidupkan ruang publik, memperkuat ekonomi kreatif, dan menjadikan kota ini destinasi event nasional.

Aspirasi Run dinilai berhasil memenuhi tiga aspek sekaligus: olahraga, hiburan, dan ekonomi. Jalanan yang dilewati pelari pun ramai dengan warga yang memberikan semangat di pinggir jalur lari, menambah suasana malam seperti festival kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *