Pemerintahan

Antisipasi Inflasi Ramadan, Pemkot Malang Siapkan Kerja Sama Antar Daerah

15
×

Antisipasi Inflasi Ramadan, Pemkot Malang Siapkan Kerja Sama Antar Daerah

Share this article
Antisipasi Inflasi Ramadan, Pemkot Malang Siapkan Kerja Sama Antar Daerah
Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat saat memberikan keterangan kepada awak media terkait langkah Pemerintah Kota Malang dalam mengantisipasi inflasi dan kenaikan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.idPemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga bahan pokok selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperkuat koordinasi melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta menjalin kerja sama antar daerah guna menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas pangan.

Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, mengatakan fluktuasi harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan sebenarnya merupakan hal yang lazim terjadi. Namun demikian, pemerintah daerah tetap harus melakukan pengawasan dan langkah antisipatif agar kenaikan harga tidak terjadi secara berlebihan hingga memberatkan masyarakat.

Menurut Wahyu, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi naik turunnya harga komoditas pangan di pasaran. Salah satunya adalah kondisi cuaca yang berdampak langsung terhadap produksi sektor pertanian.

“Dari dulu kita juga berupaya menjaga petani. Itu sudah menjadi perhatian pemerintah karena sektor pertanian memang sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Cuaca ini juga mempengaruhi produksi dan pada akhirnya berdampak terhadap harga komoditas di pasar,” ujar Wahyu kepada awak media, Senin (9/3/2026).

Selain faktor produksi, persoalan distribusi juga menjadi salah satu hal yang turut mempengaruhi stabilitas harga bahan pokok. Jalur distribusi dari petani ke pasar hingga sampai ke pedagang memiliki peran penting dalam menentukan harga di tingkat konsumen.

Menurut Wahyu, apabila distribusi tidak berjalan lancar, maka harga komoditas dapat mengalami kenaikan karena adanya tambahan biaya maupun keterbatasan pasokan yang masuk ke pasar.

“Yang kedua juga terkait dengan sirkulasi atau distribusi dari petani kepada pasar, kemudian dari pasar ke pedagang. Proses ini juga bisa mempengaruhi kenaikan harga bahan pokok,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga yang terlalu tinggi, Pemerintah Kota Malang bersama TPID serta Satgas Pangan dari kepolisian akan melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan harga dan distribusi bahan pokok di pasar.

Wahyu menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin masyarakat terbebani oleh kenaikan harga yang terlalu signifikan, khususnya menjelang momen Hari Raya Idul Fitri ketika kebutuhan masyarakat meningkat.

“Kami tidak ingin menjelang hari raya ada kenaikan harga yang sangat signifikan. Kalau memang ada lonjakan harga yang terlalu tinggi, tentu akan kita lakukan intervensi,” tegasnya.

Salah satu strategi yang disiapkan Pemkot Malang adalah memperkuat kerja sama antar daerah dalam hal distribusi komoditas pangan. Melalui kerja sama tersebut, diharapkan daerah dapat saling mendukung dalam menjaga ketersediaan pasokan bahan pokok sehingga harga tetap stabil.

Kerja sama antar daerah ini juga menjadi bagian dari upaya menekan laju inflasi daerah agar tidak melonjak menjelang Idul Fitri.

“Kita akan mencoba kerja sama antar daerah melalui TPID. Ini untuk menekan inflasi, sehingga di beberapa titik mereka bisa menyesuaikan harga bahan pokok agar tidak terlalu tinggi,” katanya.

Meski demikian, Wahyu menegaskan bahwa kenaikan harga pada prinsipnya masih dapat dimaklumi selama berada pada batas yang wajar dan relevan dengan kondisi pasar. Namun apabila kenaikan harga terjadi secara tidak rasional dan terlalu tinggi, maka pemerintah daerah akan segera melakukan langkah intervensi.

“Kalau kenaikannya masih pantas, relevan, dan layak tentu tidak ada masalah. Tetapi kalau kenaikannya sangat tinggi sekali, itu yang akan kita intervensi agar tidak memberatkan masyarakat,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *