Sudutkota.id – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) mulai menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada puluhan ribu warga.
Pada tahun 2026 ini, jumlah penerima bantuan meningkat tajam menjadi 57.715 penerima manfaat yang tersebar di lima kecamatan di Kota Malang.
Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi mengatakan, penyaluran bantuan pangan tersebut dilakukan untuk dua periode sekaligus. Yakni, bulan Februari dan Maret 2026. Sehingga masyarakat menerima bantuan dalam jumlah lebih besar.
“Penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng ini untuk dua periode, yaitu Februari dan Maret 2026,” ujar Slamet, Selasa (17/3/2026).
Dalam program ini, setiap penerima bantuan mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk dua bulan. Jika dihitung per bulan, masyarakat memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng.
Penyaluran tahap awal dipusatkan di Kecamatan Kedungkandang, tepatnya di wilayah Kelurahan Kedungkandang dan Wonokoyo. Di Kelurahan Kedungkandang tercatat 14.313 warga menerima bantuan, sementara di Kelurahan Wonokoyo terdapat 494 penerima manfaat.
Secara keseluruhan, bantuan pangan tersebut menyasar 57.715 warga Kota Malang yang tersebar di lima kecamatan, dengan rincian: Kecamatan Sukun : 15.150 penerima,
Kecamatan Kedungkandang 14.313 penerima, Kecamatan Blimbing 12.225 penerima, Kecamatan Lowokwaru 9.466 penerima dan Kecamatan Klojen 6.561 penerima.
Menurut Slamet, program bantuan pangan ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan akses bahan pangan pokok, sekaligus membantu meringankan kebutuhan rumah tangga warga.
“Tujuan bantuan ini untuk mempermudah warga mendapatkan akses bahan pangan, khususnya beras dan minyak goreng. Selain itu juga untuk meringankan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Selain membantu masyarakat, program ini juga menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, terutama komoditas beras dan minyak goreng yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Ia menambahkan, data penerima bantuan berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola Kementerian Sosial. Para penerima merupakan masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 4, atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
“Data penerima ini berasal dari DTKS, yaitu masyarakat yang berada di desil 1 sampai desil 4. Program ini dilaksanakan oleh Badan Pangan Nasional yang berkoordinasi dengan Kementerian Sosial,” terangnya.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, proses penyaluran juga disertai verifikasi identitas penerima dengan mencocokkan undangan yang dibawa warga dengan KTP dan Kartu Keluarga (KK).
“Semua penerima membawa undangan, kemudian dicocokkan dengan KTP dan KK agar bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak,” tegas Slamet.
Ia juga mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi saat penyaluran berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa bantuan pangan tersebut masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Bahkan pada tahun 2026, alokasi penerima bantuan di Kota Malang meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Jika sebelumnya hanya sekitar 23 ribu penerima, sekarang meningkat menjadi sekitar 57 ribu penerima bantuan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Bulog Malang, M. Nurjuliansyah Rachman, mengatakan pihaknya bertugas menyiapkan dan mendistribusikan bantuan beras yang merupakan program pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Ia menyebutkan, untuk penyaluran dua periode tersebut, total beras yang disiapkan mencapai sekitar 1.152 ton yang didistribusikan kepada seluruh penerima di Kota Malang.
“Pada bulan Maret ini kami menyalurkan bantuan pangan untuk dua alokasi sekaligus. Total beras yang disalurkan sekitar 1.152 ton untuk puluhan ribu penerima di Kota Malang,” jelasnya.
Menurutnya, peningkatan jumlah penerima manfaat tahun ini merupakan hasil pemutakhiran data kesejahteraan masyarakat oleh pemerintah pusat, sehingga cakupan bantuan menjadi lebih luas.
“Harapannya masyarakat yang berada di desil 1 sampai desil 4 ini ke depan bisa meningkat kesejahteraannya dan naik ke kategori yang lebih baik,” pungkasnya.





















