Peristiwa

Kebakaran Bengkel di Blimbing, Kerugian Tembus Rp200 Juta

11
×

Kebakaran Bengkel di Blimbing, Kerugian Tembus Rp200 Juta

Share this article
Kebakaran Bengkel di Blimbing, Kerugian Tembus Rp200 Juta
Petugas Damkar saat berusaha memadamkan kebakaran hebat di Jalan Tenaga Utara, Kelurahan Blimbing, Kota Malang, Selasa (24/2/2026).(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Kebakaran melanda sebuah bengkel dan toko di Jalan Tenaga Utara, Kelurahan Blimbing, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Selasa (24/2/2026) siang. Insiden yang dipicu kebakaran satu unit mobil tersebut mengakibatkan kerugian material ditaksir mencapai Rp200 juta.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.14 WIB. Berdasarkan laporan UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Malang, api pertama kali muncul saat proses pengelasan pada sebuah mobil di dalam bengkel. Percikan api diduga memicu korsleting listrik hingga kobaran membesar dan merembet ke bangunan bengkel serta toko di sekitarnya.

Lokasi kejadian berada di kawasan deretan usaha di sepanjang Jalan Tenaga Utara, wilayah padat permukiman dan pertokoan di Kelurahan Blimbing. Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dan sempat membuat panik warga sekitar.

Dalam dokumentasi yang diterima Sudutkota.id, tampak satu unit mobil pikap terbakar hebat di tepi jalan dengan api menyala di hampir seluruh bagian kendaraan. Kobaran api bahkan menjalar ke bagian depan bangunan bengkel, sementara asap tebal menutup sebagian atap dan jaringan kabel di atas lokasi kejadian.

Laporan kebakaran diterima dari warga bernama Ilham pada pukul 14.14 WIB. Tim Damkar berangkat pukul 14.16 WIB dari Mako dengan jarak tempuh sekitar 7 kilometer dan tiba di lokasi pukul 14.31 WIB. Operasi pemadaman dimulai pukul 14.33 WIB.

Sebanyak 12 personel diterjunkan dengan tiga unit mobil pemadam, yakni Ayaxx 09, Matra 08 dan Trembel 06.

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar 60 menit. Api berhasil dipastikan padam pada pukul 15.33 WIB dengan total penggunaan air mencapai kurang lebih 8.000 liter. Luas area terdampak diperkirakan sekitar 80 meter persegi.

Tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut. Namun satu unit mobil hangus terbakar dan sebagian bangunan bengkel serta toko mengalami kerusakan cukup parah.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, menjelaskan bahwa aktivitas pengelasan memiliki risiko tinggi apabila tidak disertai standar pengamanan yang ketat.

“Proses pengelasan menghasilkan percikan api dan panas yang sangat tinggi. Jika di sekitar lokasi terdapat bahan mudah terbakar seperti bahan bakar, oli, cat, atau instalasi listrik yang tidak dalam kondisi baik, potensi kebakaran sangat besar. Karena itu setiap bengkel wajib memastikan area kerja steril, menyediakan APAR yang siap pakai, dan rutin melakukan pengecekan instalasi listrik,” jelas Pandu.

Ia menambahkan, respons cepat masyarakat dalam melaporkan kejadian sangat membantu petugas sehingga api tidak meluas lebih besar ke bangunan lain di kawasan tersebut.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *