Daerah

Proyek Kawasan Terpadu Kota Malang Dilirik Bank Dunia, Wahyu Hidayat: Konsepnya Sudah Disiapkan

16
×

Proyek Kawasan Terpadu Kota Malang Dilirik Bank Dunia, Wahyu Hidayat: Konsepnya Sudah Disiapkan

Share this article
Proyek Kawasan Terpadu Kota Malang Dilirik Bank Dunia, Wahyu Hidayat: Konsepnya Sudah Disiapkan
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat memberikan keterangan kepada awak media terkait rencana pengembangan kawasan terpadu pusat Kota Malang dan peluang dukungan pembiayaan dari Bank Dunia, Jumat (20/2/2026).(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Rencana besar penataan kawasan terpadu di jantung Kota Malang mulai mendapat perhatian internasional. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengungkapkan, konsep pengembangan kawasan yang menghubungkan Kayutangan Heritage, Alun-Alun, Balai Kota, Stasiun Kota Baru hingga Kampung Warna-Warni berpeluang mendapat dukungan pembiayaan dari Bank Dunia.

Hal tersebut disampaikan Wahyu, Jumat (20/2/2026), saat memaparkan progres dan arah pengembangan kawasan strategis pusat kota. Menurutnya, konsep penataan sudah disiapkan secara menyeluruh dan tidak sekadar menyentuh aspek fisik, melainkan juga pengelolaan ruang dan penguatan ekonomi masyarakat.

“Konsepnya sudah kita siapkan secara keseluruhan. Kawasan Kayutangan, Alun-Alun, Balai Kota, stasiun sampai Kampung Warna-Warni itu kita usulkan menjadi satu kesatuan kawasan terpadu,” ujar Wahyu.

Ia menjelaskan, dalam rancangan tersebut Pemkot Malang telah mengatur pembagian fungsi ruang secara jelas, mulai dari penempatan PKL/PKM, penyediaan kantong parkir, jalur pedestrian, hingga titik-titik wisata. Penataan ini diharapkan mampu menciptakan kawasan yang tertib, nyaman, dan tidak saling berbenturan antar kepentingan.

“Mana untuk PKM, mana untuk parkir, mana untuk wisata, semuanya sudah ada konsepnya. Jadi tidak ada yang terhalang, semua dapat tempat dan tertata dengan baik,” tegasnya.

Wahyu mengakui, konsep tersebut telah dikomunikasikan kepada sejumlah pihak, termasuk perwakilan lembaga internasional. Respons awal disebut cukup positif karena dinilai sejalan dengan prinsip pembangunan kota berkelanjutan dan penguatan ekonomi lokal berbasis kawasan.

Menurutnya, peluang dukungan dari Bank Dunia masih dalam tahap penjajakan dan pengusulan. Pemkot Malang saat ini masih mematangkan detail perencanaan serta menghitung kebutuhan anggaran sebelum masuk pada tahapan lanjutan.

“Anggarannya masih kita usulkan. Karena ini kawasan besar dan terintegrasi, tentu membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit. Salah satu opsi yang kita jajaki adalah dukungan dari Bank Dunia,” jelasnya.

Selain penguatan infrastruktur dasar, pengembangan kawasan terpadu ini juga membuka kemungkinan pembangunan fasilitas pendukung seperti skywalk yang menghubungkan titik-titik strategis. Namun, Wahyu menegaskan setiap kawasan tetap akan mempertahankan karakter masing-masing.

Kayutangan Heritage, misalnya, akan tetap mengusung nuansa kolonial sebagai identitas sejarah Kota Malang. Sementara kawasan lain akan dikembangkan sesuai ciri khasnya tanpa menghilangkan nilai arsitektur dan budaya yang telah ada.

Dengan konsep yang telah disiapkan dan peluang dukungan pembiayaan global, Pemkot Malang berharap proyek kawasan terpadu ini dapat menjadi tonggak baru penataan pusat kota yang modern, inklusif, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata secara berkelanjutan.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *