Sudutkota.id – Akses Jembatan Bailey Sonokembang dipastikan ditutup total selama empat hari. Penutupan dimulai Sabtu, 14 Februari 2026 pukul 00.00 WIB hingga Selasa, 17 Februari 2026 pukul 06.00 WIB.
Penutupan ini dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang melalui DPUPR-PKP sebagai bagian dari tahapan penting pembangunan Jembatan Sonokembang permanen. Penggeseran struktur jembatan sementara (Bailey) dinilai krusial agar proses konstruksi utama dapat berjalan optimal.
Kepala DPUPR-PKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menjelaskan bahwa pekerjaan penggeseran tidak memungkinkan dilakukan tanpa penutupan total. Area proyek harus steril demi keamanan dan kelancaran mobilisasi alat berat.
“Penutupan dilakukan dalam rangka penggeseran Jembatan Bailey guna mendukung proses pembangunan Jembatan Sonokembang. Mobilisasi alat berat membutuhkan ruang yang cukup agar pekerjaan berjalan lancar dan aman,” ujar Dandung saat dikonfirmasi Sudutkota.id, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, struktur baja Jembatan Bailey harus dipindahkan secara presisi dengan pengawasan teknis ketat. Karena itu, selama periode penutupan seluruh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, tidak diperkenankan melintas di lokasi tersebut.
DPUPR-PKP bersama instansi terkait akan melakukan pengaturan lalu lintas serta pemasangan rambu pemberitahuan dan papan informasi jalur alternatif. Warga yang biasa melintasi kawasan Sonokembang diminta menyesuaikan rute perjalanan guna menghindari kepadatan.
Dandung menegaskan, keputusan ini telah melalui kajian teknis dan pertimbangan keselamatan kerja. Risiko di lapangan menjadi faktor utama yang tidak bisa ditawar.
“Keselamatan pekerja proyek dan masyarakat adalah prioritas. Karena itu area harus benar-benar steril selama proses penggeseran berlangsung,” tegasnya.
Jembatan Bailey selama ini berfungsi sebagai akses sementara bagi warga sekitar. Dengan dibangunnya Jembatan Sonokembang permanen, pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas daya dukung, keamanan struktur, serta kelancaran arus kendaraan di kawasan tersebut yang selama ini cukup padat.
DPUPR-PKP juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Pihaknya menargetkan pekerjaan penggeseran selesai sesuai estimasi waktu agar akses dapat kembali difungsikan tanpa molor.
“Kami upayakan pekerjaan selesai tepat waktu sesuai jadwal, sehingga masyarakat bisa kembali melintas dengan aman,” pungkas Dandung.





















