Sudutkota.id – Kisah pilu seorang lansia bernama Ibu Suci mengusik nurani publik setelah videonya viral di media sosial. Video tersebut diunggah oleh akun Facebook Riyo Ramadhan, yang memperlihatkan Riyo berkomunikasi langsung dengan Ibu Suci, seorang ibu renta yang sakit-sakitan dan diduga ditelantarkan oleh anak-anak kandungnya sendiri.
Dari dialog yang terekam, terungkap bahwa penderitaan Ibu Suci bukan terjadi sekali. Ia dibuang dua kali oleh dua anak kandungnya, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tanpa kepastian hidup.
Peristiwa pertama dialami saat Ibu Suci tinggal bersama anaknya bernama Badi, warga Pakisaji, Kabupaten Malang. Di usia senja dan dalam kondisi sakit, Ibu Suci justru ditelantarkan. Ia kemudian harus meninggalkan rumah anaknya tanpa bekal yang layak.
Masih berharap mendapatkan tempat berpulang, Ibu Suci mendatangi anaknya yang lain, Fitri, warga Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Namun harapan itu kembali kandas. Di sana, Ibu Suci kembali dibuang dan diusir.
Yang lebih memilukan, ia ditinggalkan di sebuah rumah kosong. Tak ada perabot, tak ada kompor, tak ada gas elpiji, bahkan tidak ditinggali uang sama sekali. Ia hanya dibekali pakaian seadanya yang dimasukkan ke dalam kantong plastik kresek.
“Kondisinya sakit, badannya kurus, tapi ditinggal sendirian,” ucap Riyo Ramadhan dalam video, saat mendengar langsung penuturan Ibu Suci.
Karena iba, warga sekitar akhirnya membantu sebisanya. Dari uang patungan tetangga, bukan dari anak-anaknya. Ibu Suci diberi ongkos perjalanan. Dengan tubuh lemah dan tanpa pendamping, Ibu Suci naik bus sendirian menuju rumah adiknya.
Perjalanan itu berakhir di Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Namun, nasib baik belum sepenuhnya berpihak. Adik yang ia tuju ternyata seorang penyandang disabilitas dan juga hidup dalam kondisi sakit. Dua saudara yang sama-sama rentan kini harus bertahan hidup dalam keterbatasan, tanpa perawatan memadai.
Dalam percakapannya dengan Riyo, Ibu Suci menyampaikan harapan sederhana namun menyayat hati: ia ingin dirawat di panti lansia, agar ada yang menjaga dan mengobati di sisa hidupnya. Upaya menghubungi pihak terkait disebut telah dilakukan, namun hingga kini belum ada kepastian.
“Bayangkan kalau itu ibu kita sendiri. Dari kecil dirawat, dibesarkan, sampai anaknya menikah. Tapi saat tua dan sakit, justru dibuang,” ujar Riyo dengan nada getir, sembari mengajak publik untuk tidak menutup mata.
Riyo juga menyerukan agar Pemerintah Kota Malang dan instansi terkait segera turun tangan memberikan perlindungan dan penanganan yang layak. Bukan sekadar respons atas viralnya video, melainkan sebagai wujud kehadiran negara bagi lansia terlantar.
Kisah Ibu Suci menjadi potret pahit tentang rapuhnya nilai kemanusiaan. Di usia senja, ketika seorang ibu seharusnya dimuliakan, ia justru harus berjuang sendiri dibuang oleh darah dagingnya, dan bertahan hidup dari belas kasih sesama.






















