Daerah

Pemkot Batu Tetapkan Umbul Gemulo Sebagai Kawasan Konservasi demi Ketahanan Air Masa Depan

26
×

Pemkot Batu Tetapkan Umbul Gemulo Sebagai Kawasan Konservasi demi Ketahanan Air Masa Depan

Share this article
Pemkot Batu Tetapkan Umbul Gemulo Sebagai Kawasan Konservasi demi Ketahanan Air Masa Depan
Wawali Heli Suyanto saat menghadiri koordinasi HIPPAM.(foto:sudutkota.id/rsw)

Sudutkota.idPemerintah Kota (Pemkot) Batu menegaskan langkah serius dalam menyelamatkan sumber mata air Umbul Gemulo sebagai penyangga utama kebutuhan air masyarakat.

Upaya konservasi dilakukan tidak hanya melalui kebijakan administratif, tetapi juga dengan memastikan kawasan sekitar mata air tetap berfungsi sebagai area resapan dan tangkapan air jangka panjang.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, saat menghadiri kegiatan Koordinasi Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) dan Pengelolaan Sumber Mata Air Wilayah Bumiaji di Balai Desa Bumiaji, Rabu (29/1/2026) kemarin.

Dalam forum yang melibatkan pemerintah dan masyarakat itu, Heli menekankan bahwa penyelamatan Umbul Gemulo menjadi agenda penting Pemkot Batu di tengah meningkatnya ancaman krisis air akibat alih fungsi lahan dan tekanan pembangunan.

“Forum seperti ini penting, karena dari sinilah kita bisa menyamakan persepsi dan mencari solusi bersama agar sumber mata air Umbul Gemulo tetap lestari dan mampu menopang kehidupan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Heli, Jumat (30/1/2026).

Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Pemkot Batu telah mengalihkan Kartu Inventaris Barang (KIB) atas aset pemerintah seluas sekitar 6.000 meter persegi di kawasan Umbul Gemulo untuk fungsi konservasi.

Lahan yang membentang dari kawasan Taman Kenanga hingga depan Hotel Purnama itu kini ditetapkan sebagai zona pelestarian lingkungan dan ruang terbuka hijau, di bawah pengelolaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Lahan ini tidak boleh digunakan untuk kepentingan lain. Kami tetapkan murni sebagai kawasan tangkapan air dan konservasi. Tujuannya satu, menjaga keberlanjutan Umbul Gemulo agar tetap mengalir untuk generasi mendatang,” tegas politisi Gerindra ini.

Selain penguatan konservasi kawasan, Wakil Wali Kota Batu juga menyoroti pentingnya tata kelola distribusi air yang adil dan responsif. Ia mendorong Perumdam Among Tirto agar meningkatkan kualitas layanan, termasuk percepatan penanganan aduan masyarakat serta penataan jaringan pipa agar lebih tertib dan terintegrasi.

Heli juga membuka ruang dialog lanjutan dengan masyarakat dan pengelola HIPPAM untuk memastikan pengelolaan sumber air berjalan transparan dan berkeadilan, tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah perwakilan masyarakat menyampaikan aspirasi agar lahan milik swasta di sekitar sumber mata air dapat diupayakan untuk dibeli pemerintah.

Langkah itu dinilai penting guna mencegah alih fungsi lahan yang berpotensi mengancam daya dukung Umbul Gemulo sebagai sumber air utama. Menanggapi hal itu, Heli memastikan seluruh masukan masyarakat akan menjadi bahan kajian Pemkot Batu dalam perumusan kebijakan ke depan.

“Prinsip kita jelas. Kita ingin meninggalkan sumber mata air, bukan air mata, bagi anak cucu kita. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci utama penyelamatan Umbul Gemulo,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *