Daerah

Alun-Alun Merdeka Dilaunching, Sepekan Kedepan DLH Kota Malang Berencana Evaluasi Pola Pengelolaan

13
×

Alun-Alun Merdeka Dilaunching, Sepekan Kedepan DLH Kota Malang Berencana Evaluasi Pola Pengelolaan

Share this article
Alun-Alun Merdeka Dilaunching, Sepekan Kedepan DLH Kota Malang Berencana Evaluasi Pola Pengelolaan
Plt Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran bersama Wali Kota Malang saat meninjau sekaligus membuka revitalisasi Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Rabu (28/1/2026).(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Revitalisasi Alun-Alun Merdeka Kota Malang resmi dibuka untuk publik pada, Rabu (28/1/2026). Proyek penataan ruang terbuka hijau di jantung kota itu langsung menyedot perhatian ribuan warga sejak hari pertama peresmian.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Drs. Gamaliel Raymond Hatigoran, M.A.P, menjelaskan revitalisasi Alun-Alun Merdeka dilaksanakan selama 105 hari kalender, dimulai pada 8 Oktober 2025 dan rampung pada 20 Januari 2026. Peresmian dilakukan pada hari ini oleh Wali Kota Malang.

“Revitalisasi ini merupakan program CSR dari Bank Jatim. Kami bersyukur karena pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dan langsung bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana hiburan sekaligus edukasi gratis,” ujar Raymond, saat ditemui di lokasi peresmian.

Menurut Raymond, konsep pembukaan awalnya dirancang sederhana dan simbolis. Namun, kondisi di lapangan berubah drastis akibat jumlah pengunjung yang memadati kawasan alun-alun sejak pagi.

“Awalnya rencana pembukaan dilakukan setelah Pak Wali Kota membuka banner. Tapi karena antrean dan jumlah warga sangat banyak, atas arahan Pak Wali, masyarakat akhirnya dilibatkan langsung dalam seluruh prosesi pembukaan, dari awal hingga akhir,” ungkapnya.

Situasi tersebut menjadi penanda kuat bahwa wajah baru Alun-Alun Merdeka telah lama dinanti warga Kota Malang sebagai ruang publik yang representatif dan ramah keluarga.

Euforia warga paling terlihat di area playground anak. Sejak dibuka, wahana bermain langsung dipadati anak-anak tanpa pengaturan waktu maupun penjagaan khusus.

“Tanpa ada yang mengarahkan, orang tua dan anak-anak langsung masuk ke area playground. Ini menunjukkan antusiasme yang tinggi, tapi sekaligus menjadi catatan penting bagi kami,” kata Raymond.

Ia mengakui, pada hari pertama operasional, pengawasan di area bermain anak masih belum maksimal. Perosotan menjadi wahana paling diminati dan berpotensi menimbulkan kepadatan berlebih jika tidak segera diatur.

DLH Kota Malang berencana melakukan evaluasi intensif dalam satu pekan ke depan untuk menyusun pola pengelolaan yang lebih tertib.

“Nanti akan kami lakukan perhitungan dan monitoring. Kami akan tempatkan petugas khusus di playground supaya ada keadilan, ada waktu bermain dan ada waktu bergantian,” tegasnya.

Membludaknya pengunjung juga berdampak langsung pada kebutuhan tenaga pengelola. DLH Kota Malang mengakui perlu adanya penambahan personel keamanan dan kebersihan agar fasilitas yang telah direvitalisasi tetap terjaga.

“Tadi sudah ada arahan dari Pak Wali Kota. Dengan kondisi ramainya masyarakat seperti ini, memang perlu tenaga tambahan, mulai dari keamanan hingga kebersihan,” jelas Raymond.

Untuk sementara, DLH akan mengatur ulang jadwal petugas yang ada dengan sistem penjagaan 24 jam, mengingat Alun-Alun Merdeka merupakan ruang terbuka yang belum memiliki batas waktu operasional.

“Karena ini ruang terbuka, belum mungkin kami tutup. Jadi sementara pengawasan dilakukan 24 jam dengan pengaturan jadwal petugas,” ujarnya.

Khusus fasilitas air mancur dan playground, DLH memastikan akan ada pembatasan jam operasional demi keselamatan dan ketertiban pengunjung.

“Untuk playground dan air mancur, nanti akan kami atur jam penggunaannya. Tidak bisa dibuka sepanjang waktu,” kata
Raymond.

Selain itu, operasional air mancur juga akan disesuaikan dengan aktivitas ibadah di Masjid Jami’ Kota Malang yang berada di kawasan alun-alun.

“Kalau ada kegiatan ibadah atau acara keagamaan, maka aktivitas air mancur akan kami sesuaikan,” imbuhnya.

Revitalisasi Alun-Alun Merdeka menjadi wajah baru ruang publik Kota Malang. Namun, hari pertama pembukaan juga menjadi alarm awal bahwa kesiapan pengelolaan pasca revitalisasi harus berjalan seiring dengan tingginya ekspektasi dan antusiasme masyarakat.

Tanpa pengaturan yang tegas dan pengawasan berkelanjutan, euforia publik berpotensi berubah menjadi persoalan baru, mulai dari keselamatan anak hingga ketertiban ruang publik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *