Sudutkota.id – Gelaran peringatan hari lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada 7–8 Februari 2026 diperkirakan membawa dampak signifikan terhadap arus lalu lintas di wilayah perkotaan.
Dengan estimasi kehadiran jemaah mencapai 100 ribu orang, potensi lonjakan kendaraan dinilai sangat tinggi dan berisiko menimbulkan kemacetan di sejumlah ruas jalan utama.
Mengantisipasi kondisi tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang bersama Satlantas Polresta Malang Kota mulai menyiapkan berbagai skema pengendalian lalu lintas, mulai dari rekayasa arus, pengalihan jalur, hingga penyiapan kantong parkir terpusat bagi kendaraan jemaah.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Malang, Anis Januar, mengungkapkan bahwa dampak kepadatan lalu lintas tidak hanya akan dirasakan di sekitar Stadion Gajayana. Menurutnya, kepadatan berpotensi menjalar ke sejumlah ruas jalan penghubung menuju pusat kota dan kawasan aktivitas masyarakat.
“Jika jemaah mencapai sekitar 100 ribu orang, maka kendaraan yang masuk ke Kota Malang jumlahnya sangat besar. Sebagian besar kemungkinan menggunakan bus, dan itu bisa mencapai ribuan unit,” ujar Anis, Jumat (23/1/2026).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut menuntut adanya pengaturan lalu lintas yang matang dan berlapis. Oleh karena itu, Dishub telah memetakan sejumlah ruas jalan di kawasan sekitar stadion untuk dijadikan jalur alternatif selama kegiatan berlangsung.
“Kawasan Jalan Gunung-Gunung dan sekitarnya kami siapkan sebagai bagian dari skema pengalihan arus. Tujuannya agar arus kendaraan tidak terkonsentrasi di satu titik saja,” jelasnya.
Sementara itu, jalur utama di kawasan Kayutangan hingga Alun-Alun Merdeka tetap akan dibuka untuk umum. Namun Dishub mengimbau masyarakat agar dapat menyesuaikan aktivitas dan waktu perjalanan selama pelaksanaan Harlah 1 Abad NU.
“Kami harapkan masyarakat bisa mengatur waktu dan tujuan perjalanan, terutama pada jam-jam puncak kegiatan, agar beban lalu lintas bisa dikurangi,” tambah Anis.
Tak hanya fokus pada rekayasa arus, Dishub Kota Malang juga tengah mematangkan penyiapan kantong parkir bagi kendaraan jemaah. Sejumlah lokasi potensial telah dipetakan untuk menampung bus dan kendaraan pribadi, guna mencegah parkir liar yang dapat memperparah kemacetan.
“Pemetaan lokasi parkir sudah kami lakukan. Namun untuk penetapan titik finalnya masih menunggu hasil rapat koordinasi lanjutan lintas instansi,” ujarnya.
Menurut Anis, prinsip utama dalam penyiapan kantong parkir adalah pemerataan dan pengendalian arus kendaraan. Dengan demikian, kendaraan jemaah tidak menumpuk di satu lokasi dan tetap terkoneksi dengan jalur penghubung menuju area kegiatan.
“Skema parkir ini kami siapkan agar kendaraan bisa terdistribusi dengan baik dan tidak mengganggu arus lalu lintas utama,” tegasnya.
Anis juga menambahkan, rangkaian kegiatan Harlah 1 Abad NU akan berlangsung cukup panjang, mulai malam hari hingga dini hari pada 7–8 Februari 2026. Kondisi tersebut menuntut kesiapan pengaturan lalu lintas dalam durasi panjang dan berkelanjutan.
“Koordinasi tidak hanya kami lakukan di tingkat kota, tetapi juga melibatkan wilayah Malang Raya hingga pemerintah provinsi. Kami belajar dari pengalaman daerah lain agar kejadian macet total tidak terjadi di Kota Malang,” tandasnya.
Di sisi lain, Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Rio Angga Prasetyo menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih melakukan kajian teknis terkait pola pengamanan dan rekayasa lalu lintas selama pelaksanaan kegiatan.
“Kami masih melakukan survei lokasi, rapat koordinasi, serta pemetaan kebutuhan personel di lapangan,” kata AKP Rio saat dikonfirmasi Sudutkota.id, Jumat (23/1/2026).
Ia menegaskan, pengamanan lalu lintas akan disesuaikan dengan karakteristik lokasi, kepadatan kendaraan, serta jumlah jemaah yang hadir. Selain itu, pengawasan terhadap titik-titik rawan kemacetan juga menjadi perhatian utama.
“Semua opsi akan kami siapkan, baik pengamanan arus lalu lintas maupun pengelolaan parkir, demi kelancaran kegiatan serta keselamatan seluruh pengguna jalan,” pungkasnya.






















