Daerah

Dorong Ekonomi Warga, Koperasi Merah Putih Bunulrejo Jalan Meski Terkendala Lokasi

19
×

Dorong Ekonomi Warga, Koperasi Merah Putih Bunulrejo Jalan Meski Terkendala Lokasi

Share this article
Dorong Ekonomi Warga, Koperasi Merah Putih Bunulrejo Jalan Meski Terkendala Lokasi
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat memotong pita bunga sebagai tanda peresmian Gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih Bunulrejo di Gedung Serbaguna Kelurahan Bunulrejo, Kota Malang, Minggu (11/1/2026).(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Upaya penguatan ekonomi kerakyatan terus dilakukan Pemerintah Kota Malang melalui pengembangan koperasi berbasis kelurahan.

Salah satunya ditandai dengan pembukaan Gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih Bunulrejo yang digelar di Gedung Serbaguna Kelurahan Bunulrejo, Jalan Hamid Rusdi No. 91, Kota Malang, Minggu (11/1/2026).

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat hadir langsung dalam peresmian tersebut. Ia mengakui bahwa hingga kini kendala utama pengembangan koperasi Merah Putih masih berkutat pada ketersediaan lahan, namun hal itu tidak menyurutkan langkah Pemkot untuk tetap menjalankan koperasi demi kepentingan ekonomi warga.

“Akhirnya memang kembali ke persoalan lahan. Tapi kita tetap berusaha. Untuk Koperasi Kelurahan Merah Putih Bunulrejo ini sudah ada inisiatif kerja sama dengan pihak kelurahan, sehingga salah satu gerainya bisa digunakan terlebih dahulu,” ujar Wahyu.

Menurutnya, Pemkot Malang saat ini juga tengah melakukan inventarisasi aset-aset milik pemerintah daerah, termasuk bekerja sama dengan Kodim, guna mencari lokasi yang sesuai dan tidak melanggar aturan tata ruang.

“Beberapa aset Pemkot memang sudah diajukan, tetapi sebagian berupa ruang terbuka hijau yang tidak bisa dimanfaatkan. Kita harus patuh tata ruang. Saat ini kami sedang mengupayakan lokasi-lokasi yang memungkinkan,” jelasnya.

Wahyu menyampaikan, Koperasi Kelurahan Merah Putih Bunulrejo telah menjalankan tiga bidang usaha utama, yakni sembako, air minum, dan LPG. Ia berharap koperasi tersebut dapat bersinergi dengan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) agar kebutuhan pokok masyarakat dapat dipenuhi langsung dari koperasi di lingkungan sekitar.

“Kalau kebutuhan seperti beras, gula, dan kebutuhan pokok lainnya bisa langsung koordinasi dengan koperasi setempat, harganya hampir sama bahkan lebih murah. Ini sesuai arahan Presiden agar ada sinergi antar sektor ekonomi,” tegasnya.

Ia menambahkan, sinergi tersebut akan saling menguntungkan karena koperasi dapat terus hidup, sementara SPPG juga berjalan optimal dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dari total 57 Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kota Malang, saat ini baru 12 koperasi yang tergolong aktif. Sebagian lainnya masih menjalankan operasional dengan sistem “menumpang” lokasi, namun tetap berjalan dan terus disosialisasikan kepada masyarakat.

“Yang penting koperasi ini berjalan dulu, masyarakat tahu dan paham. Target kami dalam satu tahun ke depan seluruh koperasi bisa beroperasi. Tantangannya memang kebutuhan lahan, rata-rata sekitar 1.000 meter persegi,” ungkap Wahyu.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang, Eko Syah, mengatakan bahwa seluruh koperasi Merah Putih telah disiapkan untuk menjalankan tiga unit usaha utama sesuai kebutuhan masyarakat.

“Sesuai petunjuk Pak Wali Kota, unit usaha koperasi meliputi sembako, LPG, dan pengisian air minum berkualitas. Semua sudah kita siapkan untuk 57 koperasi,” jelas Eko.

Menanggapi kondisi awal tahun yang diiringi kenaikan harga sejumlah bahan pokok, Eko menyebut pihaknya akan melakukan pemantauan dan pengecekan pasar untuk menjaga stabilitas harga.

“Kami akan cek langsung ke pasar, terutama beras dan daging, untuk melihat perkembangan harga dan mengambil langkah pengendalian jika diperlukan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *