Sudutkota.id – Niat mencari nafkah berujung duka. Seorang pekerja laundry di kawasan Jalan Galunggung, Kecamatan Klojen, Kota Malang, meninggal dunia secara mendadak saat sedang bekerja, Jumat (2/1/2026) pagi. Peristiwa ini menggegerkan rekan kerja dan warga sekitar lokasi usaha.
Korban diketahui bernama Suhartini (40), karyawan bagian setrika di DM Laundry. Ia ditemukan tergeletak tak bernyawa di lantai dua tempatnya bekerja sekitar pukul 09.00 WIB.
Kapolsek Klojen Kompol Moch. Budiarto, saat dikonfirmasi dudutkota.id, membenarkan adanya laporan orang meninggal dunia mendadak tersebut.
“Petugas menerima laporan sekitar pukul 09.30 WIB. Anggota piket Reskrim Polsek Klojen langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan pengamanan TKP,” kata Kompol Budiarto.
Berdasarkan keterangan saksi, korban datang bekerja sekitar pukul 07.15 WIB dan sempat mengeluhkan kondisi tubuh yang tidak enak badan.
Sekitar pukul 08.00 WIB, korban masih sempat makan bersama rekan kerjanya di lantai dua. Saat itu, wajah korban disebut terlihat pucat.
Rekan kerja korban sempat menyarankan agar korban beristirahat dan tidak melanjutkan pekerjaan. Namun korban tetap berada di lokasi hingga akhirnya ditemukan sudah tidak bernapas sekitar satu jam kemudian.
Warga sekitar segera menghubungi relawan tenaga kesehatan dan pihak kepolisian. Setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan meninggal dunia di tempat.
Keterangan dari saksi lain menyebutkan, korban sejak Oktober 2025 sering mengeluhkan batuk berkepanjangan dan nyeri di bagian perut. Korban juga diketahui rutin menjalani pemeriksaan kesehatan di salah satu klinik.
Bahkan pada pagi hari sebelum berangkat kerja, korban sempat disarankan untuk tidak masuk kerja karena kondisinya terlihat pucat dan lemah. Namun korban tetap memutuskan berangkat bekerja.
Kapolsek Klojen menegaskan, dari hasil pemeriksaan awal bersama Unit Inafis Polresta Malang Kota, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Tidak ada indikasi tindak pidana. Penanganan dilakukan sesuai SOP, jenazah dievakuasi ke RSSA Malang untuk penanganan lebih lanjut, serta pihak keluarga telah kami hubungi,” tegasnya.






















