Daerah

Sidorahayu Terendam, Wali Kota Malang Perintahkan Penertiban Bangunan di Atas Saluran

88
×

Sidorahayu Terendam, Wali Kota Malang Perintahkan Penertiban Bangunan di Atas Saluran

Share this article
Sidorahayu Terendam, Wali Kota Malang Perintahkan Penertiban Bangunan di Atas Saluran
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Kepala Dinas PUPR-PKP saat meninjau tembok penahan yang jebol akibat banjir di Kampung Sidorahayu, Jumat (5/12/2025).(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.idWali Kota Malang, Wahyu Hidayat meninjau langsung kawasan Kampung Sidorahayu, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Jumat (5/12/2025), setelah banjir besar merendam permukiman tersebut pada Kamis sore (4/12/2025) akibat hujan deras berintensitas tinggi.

Didampingi Kadis PUPR-PKP, Kepala BPBD, Kasatpol PP, Camat Blimbing, Lurah Purwodadi, serta jajaran asisten, Wahyu menelusuri titik jebolnya tembok penahan dan beberapa saluran air yang diduga menjadi penyebab banjir.

Wahyu menyampaikan bahwa selain karena hujan yang sangat deras, kondisi geografis Sidorahayu turut memperparah kejadian ini. Lokasi tersebut berada di daerah rendah yang menerima aliran air dari kawasan lebih tinggi, termasuk dari Jalan Ahmad Yani dan jalan provinsi di sekitarnya.

“Setiap hujan deras, air dari atas pasti turun ke sini. Ini daerah cekungan, jadi air akan mencari tempat yang lebih rendah,” jelasnya.

Saat meninjau jalur drainase, Wahyu mendapati banyak saluran yang tidak terhubung dengan baik, dipenuhi sedimen, dan tersumbat sampah.

“Tadi kami cek, salurannya luar biasa mampat. Tidak hujan saja airnya sudah tinggi, apalagi kalau hujan. Ini yang membuat banjir cepat naik,” tegasnya.

Wahyu menyebut bahwa saluran di area ini juga tidak memiliki kontrol yang jelas sejak lama.

Hujan deras membuat debit air naik mendadak hingga menekan tembok penahan yang akhirnya jebol di dua titik.

“Tembok pertama jebol, ada dapur warga hanyut. Tembok kedua juga menyusul jebol. Untungnya warga yang terseret arus bisa diselamatkan,” ujarnya.

Total 19 rumah dilaporkan terdampak banjir dan kerusakan, termasuk area dapur, kamar mandi, hingga ruang belakang.

Wahyu juga menyoroti bangunan-bangunan baru yang berdiri di sekitar Sidorahayu. Menurutnya, bangunan tersebut mempersempit ruang serapan dan memicu air terkumpul di satu titik.

“Dulu banyak lahan serapan, sekarang sudah tertutup bangunan. Plengseng yang dibuat pemerintah untuk menahan tebing malah dijadikan fondasi rumah. Ini menyalahi fungsi,” ungkapnya.

Wali kota mengeluarkan sejumlah instruksi untuk penanganan cepat yakni, PUPR-PKP memetakan ulang saluran dari hulu ke hilir.

Koordinasi dengan Pemprov Jatim terkait pembuatan saluran dari kawasan atas.

Satpol PP menertibkan bangunan liar di atas saluran.

Normalisasi drainase, mengangkat sampah dan sedimen yang menutup jalur air.

Pemasangan karung pasir atau bronjong sementara, sebagai pengalihan aliran.

Kerja bakti wajib melibatkan warga, lurah, dan camat, mengingat musim hujan sedang tinggi.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kalau masyarakat masih membuang sampah ke saluran dan tetap mendirikan bangunan di atas drainase, kita akan terus menghadapi masalah yang sama,” tegasnya

Wahyu juga menjelaskan bahwa hujan kemarin merupakan hujan dengan intensitas sangat tinggi dan terjadi di beberapa wilayah sekaligus. Puncak musim hujan diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir Desember.

“Di rumah saya sendiri ketinggian air mencapai 1,5 meter dan surut 30 menit. Tapi sampah yang terbawa luar biasa banyak. Ini menunjukkan saluran kita memang sudah mampat,” katanya.

Pemkot Malang memastikan bantuan darurat telah diberikan oleh BPBD, Dinsos, Baznas, dan Pemprov Jatim untuk warga terdampak.

Wahyu menegaskan bahwa percepatan perbaikan sejumlah titik rawan banjir akan terus dilakukan, termasuk pengerjaan saluran menuju Sungai Metro dan Brantas.

Ia kembali menekankan pentingnya sinergi warga dan pemerintah.

“Penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran warga itu kunci. Kalau saluran bersih dan tidak ada bangunan di atasnya, air tidak akan meluber,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *