Sudutkota.id – Penegakan disiplin pelajar di Kota Batu kembali diperketat. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batu melalui Satgas Anti Bullying dan Disiplin Pelajar menjaring 18 pelajar yang kedapatan membolos saat jam sekolah berlangsung beberapa waktu lalu.
Mereka terjaring dalam operasi gabungan yang melibatkan unsur kepolisian, Kejaksaan, dan TNI di sejumlah titik yang kerap menjadi tempat pelajar berkumpul pada jam pelajaran.
Razia rutin tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kota Batu melalui Satpol PP untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan bebas dari perilaku menyimpang. Upaya ini juga sejalan dengan penguatan karakter pelajar melalui program Profil Pelajar Pancasila yang diterapkan di sekolah-sekolah Kota Batu.
Setelah diamankan, seluruh siswa tersebut menjalani pendataan untuk mengetahui identitas dan asal sekolah. Mereka tidak langsung dipulangkan, melainkan diproses untuk menerima sanksi pembinaan melalui koordinasi dengan pihak sekolah masing-masing. Laporan resmi juga dikirimkan Satgas kepada para kepala sekolah sebagai dasar penanganan lebih lanjut.
Koordinator pelaksana razia sekaligus Plt. Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kota Batu, Arfan Fatahilah, mengatakan bahwa operasi ini bertujuan memberikan efek jera dan memastikan siswa kembali mematuhi aturan sekolah.
“Kami mendatangi sekolah-sekolah setelah operasi untuk menyampaikan laporan resmi. Harapannya siswa yang terjaring dapat dibina dan dimotivasi agar kembali disiplin,” ujarnya, Senin (1/12/2025).
Satgas Anti Bullying dan Disiplin Pelajar dibentuk untuk merespons meningkatnya kasus pelanggaran siswa, mulai dari bullying, membolos, nongkrong saat jam pelajaran, hingga penggunaan gawai yang tidak sesuai aturan.
“Satgas rutin turun ke sekolah untuk melakukan sosialisasi, patroli, serta pembinaan langsung kepada peserta didik. Operasi akhir November kemarin menjadi bagian dari kegiatan intensif menjelang masa akhir semester, saat potensi pelanggaran pelajar cenderung meningkat,” katanya.
Sejumlah sekolah di Kota Batu menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai keberadaan Satgas sangat membantu pengawasan, mengingat sekolah memiliki keterbatasan dalam memantau aktivitas siswa di luar area pendidikan.
“Sekolah merasa terbantu karena kami lebih cepat mengetahui jika ada siswa yang melanggar. Pembinaan bisa dilakukan sedini mungkin,” kata Erni Udayani, anggota Satgas yang juga mantan guru di salah satu SMP di Kota Batu.






















