Peristiwa

Mahasiswa UB Diduga Bunuh Diri di Jembatan Soekarno Hatta, Polisi Lakukan Penyelidikan

31
×

Mahasiswa UB Diduga Bunuh Diri di Jembatan Soekarno Hatta, Polisi Lakukan Penyelidikan

Share this article
Mahasiswa UB Diduga Bunuh Diri di Jembatan Soekarno Hatta, Polisi Lakukan Penyelidikan
Petugas relawan bersama tim gabungan mengevakuasi korban dari area sungai di bawah Jembatan Soekarno Hatta, Kota Malang.(foto:sudutkota.id/ist.)

Sudutkota.id – Seorang mahasiswa Universitas Brawijaya ditemukan meninggal dunia setelah diduga melakukan aksi bunuh diri di kawasan Jembatan Soekarno Hatta, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (28/11/2025), sekitar pukul 19.10 WIB.

Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta, membenarkan adanya laporan kejadian tersebut dan menyampaikan bahwa sejumlah petugas gabungan telah dikerahkan untuk melakukan penanganan cepat di lapangan.

Korban diketahui bernama inisial NFR (25), mahasiswa Fakultas Informatika Universitas Brawijaya. Ia merupakan warga Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Pihak keluarga yang tiba di lokasi kemudian memastikan bahwa korban adalah NFR.

Salah satu saksi, Muhammad Liswansyah Pratama, yang kebetulan melintas di jembatan tersebut, mengaku melihat korban dalam kondisi yang tidak biasa beberapa saat sebelum kejadian. Saksi kemudian memanggil petugas keamanan terdekat untuk meminta bantuan dan melaporkan peristiwa itu.

Tak lama setelah informasi diterima, petugas gabungan yang terdiri dari Pawas Polsek Lowokwaru, Piket Reskrim, Sabhara, Inafis Polresta Malang Kota, relawan RJT, relawan ambulans, dan Damkar Kota Malang langsung menuju lokasi.

Adik korban, datang ke tempat kejadian setelah sejak sore menerima pesan terakhir dari kakaknya. Pesan tersebut berisi permintaan maaf dan ungkapan mengenai tekanan mental yang dialami korban.

Dari keterangan adik korban kepada pihak kepolisian, NFR diduga mengalami tekanan berat terkait penyelesaian studinya. Ia disebut belum lulus dan terancam drop out apabila tidak menyelesaikan tugas akhir di tahun akademik berjalan.

Korban kemudian dievakuasi bersama tim relawan RJT Kota Malang ke RSU Saiful Anwar (RSSA) untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis dan Inafis Polresta Malang Kota.

Pihak keluarga masih berkoordinasi dengan kepolisian terkait persetujuan proses visum atau autopsi.

Kapolsek Lowokwaru menyampaikan bahwa berdasarkan informasi awal pihak keluarga, tekanan akademik diduga menjadi salah satu faktor penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya.

“Petugas telah melakukan olah TKP, dokumentasi, dan pemeriksaan awal. Informasi dari keluarga menyebutkan adanya tekanan psikologis terkait perkuliahan korban. Namun penyelidikan tetap berjalan sesuai prosedur,” ujar Kompol Anang.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi mental orang-orang di sekitar, terutama mahasiswa perantau yang rentan mengalami tekanan akademik dan sosial.

Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan psikologis, depresi, atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan kesehatan mental atau pihak berwenang terdekat. Bantuan profesional dapat menyelamatkan nyawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *