Peristiwa

Geger Lansia Gantung Diri di Sumberpucung, Polisi Pastikan Penyelidikan Tetap Berjalan

22
×

Geger Lansia Gantung Diri di Sumberpucung, Polisi Pastikan Penyelidikan Tetap Berjalan

Share this article
Geger Lansia Gantung Diri di Sumberpucung, Polisi Pastikan Penyelidikan Tetap Berjalan
Petugas kepolisian melakukan olah TKP dan evakuasi jenazah lansia yang ditemukan gantung diri di Sumberpucung.(foto:sudutkota.id/ris)

Sudutkota.id – Warga Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, digemparkan dengan temuan seorang pria lanjut usia (lansia) yang meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di rumahnya, pada Kamis (27/11/2025) malam.

Kejadian tersebut sontak membuat lingkungan setempat heboh setelah pertama kali ditemukan oleh cucu korban sepulang kerja.

“Korban pertama kali ditemukan oleh cucunya dalam kondisi sudah tidak bernyawa,” ujar AKP Bambang Subinajar, Jumat (28/11/2025).

Korban diketahui bernama Sapon (83), warga Kecamatan Sumberpucung. Setelah penemuan itu, keluarga langsung melapor ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Sumberpucung untuk penanganan lebih lanjut oleh kepolisian.

“Setelah menerima laporan, petugas langsung ke TKP untuk melakukan olah tempat kejadian,” jelas Bambang.

Kepolisian bersama tim medis bergerak cepat melakukan identifikasi dan evakuasi korban pada pukul 22.30 WIB. Proses olah TKP juga dilakukan dengan cermat untuk mengetahui detail rangkaian kejadian di lokasi.

“Petugas melakukan olah tempat kejadian dan membantu proses evakuasi,” terang Bambang.

Berdasarkan pemeriksaan awal, korban ditemukan dalam keadaan tergantung menggunakan tali plastik berwarna biru dengan kursi kayu sebagai alat bantu. Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ungkap Bambang.

Keterangan keluarga dan saksi menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan. Korban diketahui memiliki riwayat penyakit cukup berat dan beban kesehatan itu diduga memengaruhi kondisi psikologisnya.

“Korban memiliki riwayat sakit diabetes, jantung, dan hipertensi,” tutur Bambang.

Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah, hingga jenazah diserahkan untuk dimakamkan tanpa proses pemeriksaan lanjutan di rumah sakit.

“Keluarga menolak autopsi dan menerima musibah ini dengan ikhlas,” kata Bambang.

Meski seluruh hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan bunuh diri, Polres Malang tetap melakukan proses penyelidikan lanjutan sebagai bentuk prosedur kepolisian guna memastikan tidak ada unsur pidana lain.

“Proses penyelidikan tetap berjalan untuk memastikan kejadian ini murni bunuh diri dan tidak ada unsur pidana lain,” tegas Bambang.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *