Daerah

TNI Bangun Ketahanan Pangan Lewat Normalisasi Sungai di Malang Selatan

127
×

TNI Bangun Ketahanan Pangan Lewat Normalisasi Sungai di Malang Selatan

Share this article
TNI Bangun Ketahanan Pangan Lewat Normalisasi Sungai di Malang Selatan
Normalisasi Sungai Lebaksari, sepanjang 1,3 kilometer yang dikerjakan dari Bukit Antrokan hingga Dusun Lebaksari untuk menopang keberlangsungan sektor pertanian di kawasan rawan bencana.(foto:sudutkota.id/ris)

Sudutkota.id – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 yang tengah berlangsung di Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur semata. Salah satunya, proyek normalisasi Sungai Lebaksari, sepanjang 1,3 kilometer.

Proyek normalisasi sungai tersebut dikerjakan dari Bukit Antrokan hingga Dusun Lebaksari itu, menjadi penopang utama bagi keberlangsungan sektor pertanian di kawasan rawan bencana tersebut.

Hingga Jumat (10/10/2025), progres pengerjaan sudah mencapai 30 persen. Program ini diyakini akan membawa dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas pertanian dan mengurangi kerentanan ekonomi warga terhadap ancaman banjir lahar dingin Gunung Semeru.

Kapten Arh Darwandi, Pasiter Kodim 0818/Malang-Batu, menyampaikan bahwa pengerjaan normalisasi ini bukan hanya soal membuka jalur air yang tertutup sedimentasi, tetapi bagian dari strategi jangka panjang dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

“Air adalah nyawa pertanian. Jika salurannya lancar, maka kehidupan warga juga ikut mengalir. Program ini menyentuh langsung hajat hidup petani,” ujar Darwandi saat meninjau lokasi bersama awak media.

Desa Lebakharjo yang berada di kaki Gunung Semeru kerap terdampak sedimentasi dan aliran lahar dingin saat musim hujan. Akibatnya, banyak lahan pertanian yang terganggu bahkan tidak bisa digarap. Normalisasi sungai menjadi kebutuhan mendesak agar akses air dan jalur pertanian kembali optimal.

Salino, petani setempat, menyampaikan rasa syukurnya. “Dulu kami khawatir tiap musim hujan tiba, air bisa meluap dan merusak tanaman. Tapi sekarang, dengan sungai dibersihkan, kami merasa lebih aman dan berani menanam lagi,” ujarnya.

Menurut Darwandi, kunci keberhasilan proyek ini justru terletak pada partisipasi aktif warga. Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat menjadi fondasi utama, bukan hanya dalam pengerjaan fisik, tetapi juga membangun rasa kepemilikan bersama terhadap hasil pembangunan.

“TMMD bukan hanya tentang membangun, tapi juga menyatukan. TNI hadir bukan sebagai tamu, tapi bagian dari rakyat. Kami ingin meninggalkan warisan semangat yang bisa terus hidup di desa,” tegasnya.

Dengan saluran air yang kembali normal, para petani dapat kembali menanam secara optimal tanpa takut gagal panen. Hal ini secara tidak langsung akan memperkuat ketahanan pangan lokal dan meningkatkan pendapatan warga.

Program TMMD ke-126 di Lebakharjo menjadi contoh konkret bagaimana pendekatan militer non-kombatif bisa bersinergi dengan pembangunan desa. Lewat normalisasi sungai ini, TNI telah memberi lebih dari sekadar infrastruktur – mereka membangun harapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *